Media Partner

Pasang Iklan

di SuluhBangsa.com
Promosi lebih elegan
Jangkauan Luas Pembaca aktif
Promosi Efektif Brand makin terlihat
Tampil Profesional Cocok untuk usaha
Rp
Harga Fleksibel Bisa diskusikan
Media Partner

Pasang Iklan

di SuluhBangsa.com
Promosi lebih elegan
Jangkauan Luas Pembaca aktif
Promosi Efektif Brand makin terlihat
Tampil Profesional Cocok untuk usaha
Rp
Harga Fleksibel Bisa diskusikan
Media Partner • Promosi • Branding

Pasang Iklan di SuluhBangsa.com

Promosikan usaha, event, produk, dan lembaga Anda secara elegan.

Stres Ternyata Bisa Naikkan Kolesterol

Gambar Buatan Al
banner 120x600
banner 468x60

SuluhBangsa.com, Gorontalo – Banyak orang beranggapan bahwa makanan berlemak adalah penyebab utama terjadinya kolesterol tinggi. Sebenarnya, stres yang berkepanjangan juga bisa meningkatkan kadar kolesterol serta memperbesar kemungkinan terjadinya penyakit jantung.

dilansir dari DetikHealth, saat seseorang mengalami stres, tubuh mengeluarkan hormon adrenalin dan kortisol. Hormon-hormon tersebut berfungsi untuk membantu tubuh menangani stres.

banner 325x300

Namun, jika kadar kortisol terus tinggi, hal ini bisa berdampak negatif pada metabolisme tubuh.

Kortisol Tingkatkan Risiko Kolesterol

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Erta Priadi Wirawijaya, SpJP, FIHA, mengungkapkan bahwa kortisol dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah. Keadaan ini berimbas pada kesehatan pembuluh darah. Tingginya kadar kolesterol jahat (LDL) akan terbentuk di dinding arteri.

Penumpukan ini dapat menghalangi aliran darah. Di sisi lain, stres juga menurunkan kadar kolesterol baik (HDL). Akibatnya, tubuh kesulitan untuk menghilangkan kelebihan LDL.

Stres Ubah Pola Hidup Menjadi Tidak Sehat

Stres tidak hanya berdampak pada hormon. Banyak orang juga mengubah kebiasaan ketika menghadapi tekanan. Beberapa orang cenderung makan lebih banyak. Ada yang lebih sering memilih makanan cepat saji.

Beberapa lainnya merokok, mengonsumsi alkohol, atau berkurang aktivitas fisik. Kebiasaan-kebiasaan ini turut meningkatkan risiko kolesterol tinggi. 

Penelitian Perkuat Hubungan Stres dan Kolesterol

Berbagai penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara stres dan kolesterol. Sebuah studi yang melibatkan lebih dari 91 ribu pekerja menemukan bahwa stres di tempat kerja berkaitan dengan tingginya kadar LDL dan rendahnya HDL.

Penelitian lain yang dilakukan di kalangan petugas hukum juga menunjukkan hasil yang serupa. Petugas wanita lebih sering mengalami stres sekaligus memiliki kadar kolesterol tinggi.

Studi pada sopir bus, truk, dan taksi juga mengungkapkan bahwa stres pekerjaan berhubungan dengan tingginya kadar LDL, trigliserida, dan tekanan darah.

Cara Mengelola Stres

Masyarakat bisa mengurangi stres dengan menjalani gaya hidup yang lebih sehat. Olahraga secara teratur dapat membantu tubuh melepaskan hormon endorfin yang berguna untuk memperbaiki suasana hati.

Selain itu, seseorang juga bisa berdiskusi dengan keluarga atau teman, menulis di jurnal, serta mendengarkan musik untuk mengurangi tekanan.

Segera Cari Bantuan Jika Gejala Berlanjut

Jangan anggap remeh stres yang berlangsung lama. Segera periksakan diri ke tenaga kesehatan jika stres disertai masalah tidur, sakit kepala, kelelahan, atau keluhan fisik lainnya.

Penanganan sejak dini sangat penting untuk menjaga kesehatan mental serta menurunkan risiko kolesterol tinggi dan penyakit jantung.

Simak breaking news dan berita pilihan SuluhBangsa.com langsung di WhatsApp.

Ikuti Saluran WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *