Media Partner

Pasang Iklan

di SuluhBangsa.com
Promosi lebih elegan
Jangkauan Luas Pembaca aktif
Promosi Efektif Brand makin terlihat
Tampil Profesional Cocok untuk usaha
Rp
Harga Fleksibel Bisa diskusikan
Media Partner

Pasang Iklan

di SuluhBangsa.com
Promosi lebih elegan
Jangkauan Luas Pembaca aktif
Promosi Efektif Brand makin terlihat
Tampil Profesional Cocok untuk usaha
Rp
Harga Fleksibel Bisa diskusikan
Media Partner • Promosi • Branding

Pasang Iklan di SuluhBangsa.com

Promosikan usaha, event, produk, dan lembaga Anda secara elegan.
Berita  

Mahasiswa Lintas Kampus Edukasi Ibu Posyandu Cara Cegah Stunting

Mahasiswa Lintas Kampus Edukasi Ibu Posyandu Cara Cegah Stunting

SuluhBangsa.Com – Empat mahasiswa lintas kampus menggelar penyuluhan stunting bertajuk “Cegah Stunting, Wujudkan Anak Sehat dan Tumbuh Hebat”. Mereka menyasar ibu-ibu Posyandu Tawangargo pada Selasa (11/8/2026).

Farel Iqbal Darya Nyufal (Universitas Muhammadiyah Pringsewu), Hadzir Hadzaqulhaq (Universitas Muhammadiyah Jambi), A. Taufik Hidayat (Universitas Muhammadiyah Bone), dan Tina Oktiani (Universitas Muhammadiyah Palembang) menginisiasi program edukasi ini. Mereka bertujuan mengedukasi masyarakat mengenai bahaya gizi buruk pada anak.

Mahasiswa menggunakan bahasa sederhana saat memaparkan materi. Mereka menjelaskan pengertian stunting, penyebab utama, hingga dampaknya terhadap kecerdasan anak.

Farel Iqbal Darya Nyufal menyoroti pentingnya masa awal kehamilan. Ia mengingatkan para ibu selalu menjaga nutrisi sejak awal mengandung.

“Ibu hamil wajib memenuhi asupan gizi. Kita harus memulai pencegahan stunting sejak anak berada dalam kandungan hingga masuk masa pertumbuhan emasnya,” ujar Farel kepada Redaksi SuluhBangsa.com, Selasa (11/8/2026).

Selain nutrisi, para pemateri juga membahas Pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Mereka mendorong ibu-ibu memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan penuh. Setelah itu, ibu harus melengkapinya dengan Makanan Pendamping ASI (MPASI) bergizi.

Hadzir Hadzaqulhaq menekankan faktor kebersihan lingkungan. Infeksi berulang akibat lingkungan kotor sering memperburuk kondisi kesehatan anak.

“Masyarakat kerap mengabaikan sanitasi lingkungan. Padahal, ibu wajib menerapkan kebiasaan mencuci tangan pakai sabun dan menggunakan air bersih agar anak bebas dari infeksi penyakit,” tegas Hadzir.

Mahasiswa juga mengingatkan pentingnya imunisasi dasar dan pemberian vitamin A. Mereka mengajak ibu-ibu rutin mengunjungi Posyandu setiap bulan.

Tina Oktiani memotivasi peserta memantau tumbuh kembang anak secara disiplin.

“Ibu-ibu harus rutin menimbang berat dan mengukur tinggi badan anak di Posyandu. Langkah ini membantu kita mendeteksi gejala stunting lebih awal,” kata Tina.

Melalui penyuluhan ini, mahasiswa menargetkan peningkatan kesadaran masyarakat. Mereka mengharapkan ibu-ibu Posyandu memahami cara mencegah stunting secara mandiri. Orang tua memegang kunci utama mencetak generasi hebat melalui pemenuhan gizi dan perilaku hidup bersih.

... Dilihat

Simak breaking news dan berita pilihan SuluhBangsa.com langsung di WhatsApp.

Ikuti Saluran WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *