SuluhBangsa.com, Gorontalo Utara – Ketika banyak daerah menahan langkah pembangunan karena efisiensi anggaran dan keterbatasan fiskal, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara justru mengambil langkah berani.
Bupati Thariq Modanggu menghadirkan inovasi yang sederhana, terukur, dan berorientasi jangka panjang melalui Roadmap Penanaman Satu Juta Pohon Buah Menuju Gorontalo Utara Produsen Buah 2030 (G-30 PB).
Program ini tidak hanya mengajak masyarakat menanam pohon.
Tetapi membangun fondasi ekonomi baru yang berpijak pada kekuatan alam, potensi desa, dan partisipasi masyarakat.
Thariq memadukan pendekatan ekologi, ekonomi, dan sosial agar pembangunan berlangsung secara berkelanjutan.
Di tengah ruang fiskal yang terbatas, Thariq memilih inovasi daripada mengurangi langkah.
Ia mendorong gerakan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa membebani keuangan daerah. Pendekatan itu menunjukkan bahwa kreativitas dapat mengalahkan keterbatasan anggaran.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara menargetkan penanaman satu juta pohon buah hingga tahun 2030.
Pemerintah memulai program dengan menanam 10 ribu pohon pada 2026. Selanjutnya, pemerintah menanam 400 ribu pohon pada 2027, 400 ribu pohon pada 2028, 100 ribu pohon pada 2029, dan 90 ribu pohon pada 2030.
Pemerintah juga menyusun setiap tahapan secara rinci. Tim pelaksana mengidentifikasi lahan, menetapkan kawasan tanam, menyiapkan bibit, mendampingi petani, memelihara tanaman, serta membangun sistem pemasaran hasil panen.
Langkah tersebut memastikan setiap pohon memberi manfaat ekonomi dalam jangka panjang.
Setiap desa akan mengembangkan jenis buah sesuai karakter wilayahnya. Pemerintah mendorong masyarakat menanam durian, mangga, alpukat, kelapa, jambu, cengkih, sirsak, sukun, dan berbagai komoditas lain.
Strategi ini menciptakan sentra buah yang memiliki keunggulan masing-masing.
Pemerintah juga menggerakkan seluruh elemen masyarakat. Petani, sekolah, puskesmas, pemerintah desa, Forkopimda, kelompok perempuan, pendamping keluarga, dan koperasi desa ikut memperkuat gerakan ini.
Kolaborasi tersebut mempercepat pencapaian target sekaligus menumbuhkan budaya menanam di tengah masyarakat.
Melalui gerakan One Man Ten Trees, Thariq Modanggu mengajak setiap warga menanam dan merawat pohon buah.
Ia ingin mengubah kebiasaan menanam menjadi budaya yang menghasilkan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Pemerintah memperkuat program ini dengan regulasi daerah, pembentukan kelompok kerja, klasifikasi lahan, zonasi bibit, serta pembangunan bank data pohon.
Langkah tersebut memudahkan pemerintah memantau perkembangan program dan mengevaluasi hasilnya setiap tahun.
Thariq Modanggu meyakini bahwa pembangunan tidak selalu bergantung pada proyek bernilai besar.
Ia memilih inovasi yang sederhana, tetapi mampu menciptakan dampak nyata bagi masyarakat.
Melalui G-30 PB, ia ingin meningkatkan pendapatan petani, memperkuat ketahanan pangan, menjaga keseimbangan lingkungan, dan membuka peluang ekonomi baru bagi desa-desa di Gorontalo Utara.
Roadmap Satu Juta Pohon Buah menjadi bukti bahwa keterbatasan fiskal tidak menghalangi lahirnya gagasan besar.
Gorontalo Utara justru menjadikan efisiensi sebagai momentum untuk berinovasi.
Dengan semangat itu, Thariq Modanggu mengarahkan daerah menuju cita-cita besar: menjadikan Gorontalo Utara sebagai produsen buah pada tahun 2030 sekaligus menghadirkan kesejahteraan yang tumbuh bersama kelestarian alam.
Simak breaking news dan berita pilihan SuluhBangsa.com langsung di WhatsApp.
Ikuti Saluran WhatsApp














