Media Partner

Pasang Iklan

di SuluhBangsa.com
Promosi lebih elegan
Jangkauan Luas Pembaca aktif
Promosi Efektif Brand makin terlihat
Tampil Profesional Cocok untuk usaha
Rp
Harga Fleksibel Bisa diskusikan
Media Partner

Pasang Iklan

di SuluhBangsa.com
Promosi lebih elegan
Jangkauan Luas Pembaca aktif
Promosi Efektif Brand makin terlihat
Tampil Profesional Cocok untuk usaha
Rp
Harga Fleksibel Bisa diskusikan
Media Partner • Promosi • Branding

Pasang Iklan di SuluhBangsa.com

Promosikan usaha, event, produk, dan lembaga Anda secara elegan.

Kayu Rusak Diganti, RAB Tercatat Nol: Ada Apa Revitalisasi SDN 16 Kwandang?

SuluhBangsa.com, – Pekerjaan revitalisasi SDN 16 Kwandang menyisakan pertanyaan mengenai penggunaan material kayu.

Persoalan itu muncul setelah keterangan pihak sekolah menunjukkan perbedaan antara Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan kondisi pekerjaan di lapangan.

Kepala SDN 16 Kwandang sekaligus Ketua Pelaksana Program, Istrawati Said, mengatakan pihaknya tidak memasukkan anggaran kayu baru dalam RAB.

Ia menyebut nilai item kayu dalam dokumen tersebut mencapai nol.

“Untuk penggunaan kayu saya nol di RAB. Tidak menggunakan kayu,” kata Istrawati, Selasa (8/9).

Istrawati menjelaskan pihaknya tidak mengganti seluruh kayu pada bagian atas bangunan.

Tim pelaksana mempertahankan kayu lama yang masih memenuhi syarat dan memanfaatkannya kembali.

“Kayu bekas yang dianggap masih layak untuk digunakan, digunakan kembali. Kalau ada yang tidak layak dipakai, itu yang diganti,” ujarnya.

Kayu Rusak Masuk Proses Penggantian

Meski tidak mencantumkan anggaran kayu baru dalam RAB, Istrawati mengakui tim pelaksana mengganti sejumlah kayu lama yang kondisinya sudah rusak.

Menurutnya, rayap menjadi salah satu penyebab kerusakan pada material lama. Tim kemudian mengganti kayu yang sudah tidak layak tersebut dengan material baru.

“Kalau yang sudah kena rayap dan sudah tidak layak, itu tidak digunakan lagi. Itu yang diganti baru,” jelasnya.

Keterangan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai sumber material baru. Sebab, Istrawati sebelumnya menegaskan RAB tidak memuat anggaran pembelian kayu.

“Untuk membeli kayu dari somil atau untuk digunakan itu tidak ada,”tegasnya.

Perbedaan tersebut membuat publik perlu mengetahui asal material baru yang masuk dalam pekerjaan revitalisasi.

Apakah pihak pelaksana memakai material yang sudah tersedia sebelumnya? Ataukah pihak tertentu menyediakan kayu tersebut dari sumber lain?

Kejelasan itu juga perlu menjawab bagaimana pihak pelaksana mencatat penggantian kayu dalam administrasi pekerjaan.

Konsultan Periksa Kondisi Kayu

Istrawati menjelaskan konsultan ikut menentukan kondisi material kayu di lapangan.

Konsultan turun langsung untuk memeriksa bagian bangunan dan menilai kayu yang masih dapat dipertahankan.

“Konsultan yang langsung lihat bahwa kayu ini dapat digunakan,” katanya.

Hasil pemeriksaan tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim untuk mempertahankan kayu lama yang masih layak.

Sebaliknya, tim mengganti kayu yang mengalami kerusakan berat, termasuk material yang terserang rayap.

Dengan pola tersebut, pekerjaan revitalisasi memiliki dua perlakuan terhadap material kayu.

Tim mempertahankan kayu yang masih layak, sedangkan kayu rusak masuk dalam proses penggantian.

Namun, mekanisme pengadaan kayu pengganti masih membutuhkan penjelasan lebih lanjut karena pihak sekolah menyatakan RAB tidak memuat pembelian kayu baru.

RAB dan Pelaksanaan Perlu Dicocokkan

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, pihak terkait perlu membuka dokumen RAB secara utuh.

Pemeriksaan dokumen dapat menunjukkan apakah kebutuhan material kayu masuk dalam komponen pekerjaan lain atau memang sama sekali tidak tercantum.

Selain RAB, dokumen pemeriksaan konsultan juga penting. Dokumen tersebut dapat memperlihatkan bagian kayu yang masih layak serta bagian yang harus mendapat penggantian.

Keterangan konsultan juga dapat menjelaskan proses pemeriksaan, jumlah kayu yang harus diganti, serta dasar teknis yang mereka gunakan dalam mengambil keputusan.

Langkah tersebut penting agar masyarakat dapat melihat hubungan antara perencanaan anggaran dan pelaksanaan revitalisasi secara jelas.

Hingga kini, Istrawati tetap menyatakan pihak sekolah tidak menganggarkan pembelian kayu baru dari sawmill dalam RAB.

Pada saat yang sama, ia mengakui tim mengganti kayu lama yang sudah tidak layak dengan material baru.

Kondisi itu membuat asal material pengganti dan mekanisme pengadaannya menjadi pertanyaan utama.

Konsultan, penyusun RAB, serta pihak yang mengesahkan dokumen anggaran perlu memberikan penjelasan.

Klarifikasi dari mereka dapat memastikan apakah pelaksanaan pekerjaan telah mengikuti RAB dan ketentuan teknis yang berlaku.

Dengan demikian, persoalan utama bukan sekadar soal ada atau tidaknya kayu baru, tetapi bagaimana pihak pelaksana mencatat, memperoleh, dan menggunakan material tersebut dalam pekerjaan revitalisasi SDN 16 Kwandang.

... Dilihat

Simak breaking news dan berita pilihan SuluhBangsa.com langsung di WhatsApp.

Ikuti Saluran WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *