SuluhBangsa.com, – Antrean panjang kendaraan yang mengular saat mengisi BBM jenis Solar di SPBU Pontolo, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, memicu perhatian serius aparat kepolisian.
Satlantas Polres Gorontalo Utara meminta pengelola SPBU tidak berlepas tangan saat antrean kendaraan meluber hingga memakan badan jalan utama.
Antrean Solar Meluber hingga Memakan Badan Jalan
Pantauan awak media di lapangan menunjukkan kendaraan yang mengantre untuk mendapatkan Solar memanjang hingga ke badan jalan.
Kepadatan tersebut menyempitkan ruang jalan dan memicu kemacetan pada waktu tertentu.
Kondisi ini menyita perhatian publik karena SPBU Pontolo berada di jalur strategis perlintasan antarwilayah.
Saat volume kendaraan meningkat, antrean pengisian Solar mengganggu para pengguna jalan lain yang melintas.
Kepolisian Tekankan Pengawasan dan Disiplin Nomor Antrean
Kasat Lantas Polres Gorontalo Utara, IPTU Roy Y. Pidu, menegaskan bahwa timnya telah berulang kali memberikan sosialisasi kepada pengelola SPBU dan para pengemudi.
Langkah ini bertujuan agar antrean tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
“Kami sudah beberapa kali menyampaikan, termasuk kepada pengawas SPBU. Bisa tidak diatur supaya tidak terjadi kemacetan semaksimal mungkin,” ujar Roy Saat diwawancarai saat awak media, Rabu (12/8).
Menurut Roy, pengelola tidak bisa hanya mengandalkan keberadaan nomor antrean. Petugas lapangan harus melakukan pengaturan secara konsisten agar kendaraan tidak mengambil area jalan raya.
Ia juga meminta pengawas SPBU untuk turut memantau area luar.
“Saya sudah datangi pihak pengawas SPBU. Saya bilang, jangan hanya mengawasi di dalam, mengawasinya harus di luar juga. Ini tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Selain itu, Roy mendorong penerapan sistem nomor antrean secara disiplin. Kendaraan yang telah memegang nomor wajib mengikuti urutan pelayanan dan tidak boleh menyela antrean secara sembarangan.
“Kalau kita kasih nomor, harus sesuai dengan nomor. Kalau tidak ada nomor, tidak boleh mengisi,” jelas Roy.
Langkah Konkret dan Sinergi Bersama Pengelola
Satlantas Polres Gorontalo Utara tercatat telah menggelar sosialisasi sebanyak tiga kali.
Personel kepolisian juga rutin mengatur arus lalu lintas pada waktu-waktu tertentu untuk mengantisipasi kepadatan.
“Kami sudah mendatangi tiga kali. Pertama sosialisasi masalah, memberitahukan ini tidak bisa begini. Lalu setiap pagi juga kami di situ,” katanya.
Roy menilai peningkatan volume kendaraan pada pagi dan sore hari memperbesar potensi kemacetan di sekitar SPBU Pontolo.
Oleh karena itu, petugas perlu mengatur antrean sejak kendaraan mulai memasuki area pengisian.
Roy bahkan mengaku pernah mengalami sendiri kemacetan saat melintas di kawasan tersebut pada sore dan malam hari.
Ia menegaskan bahwa kepolisian tidak memiliki kepentingan dalam aktivitas penjualan BBM di SPBU.
Fokus Satlantas murni memastikan arus lalu lintas tetap berjalan lancar tanpa merugikan pengguna jalan lainnya.
“Saya bukan berurusan dengan SPBU, tetapi saya berhubungan dengan pengguna jalan lain,” tegas Roy.
Roy menambahkan bahwa ia telah menyampaikan persoalan ini kepada pimpinan dan terus mengoordinasikannya dengan pihak terkait.
Penanganan kemacetan membutuhkan keterlibatan aktif dari pengelola SPBU, para pengemudi, serta aparat.
Ia berharap pengelola segera mengambil langkah konkret, termasuk mencegah kendaraan parkir sembarangan di badan jalan.
“Kalau kita bisa laksanakan sama-sama, sebenarnya tidak ada yang susah,” pungkasnya.
Simak breaking news dan berita pilihan SuluhBangsa.com langsung di WhatsApp.
Ikuti Saluran WhatsApp





