SuluhBangsa.com, Upaya penyehatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainal Umar Sidiki (ZUS) tidak hanya menyasar persoalan internal rumah sakit.
Tim Penyehatan juga menempatkan kepercayaan masyarakat sebagai salah satu fokus utama pembenahan.
Ketua Tim Penyehatan RSUD ZUS, Irwan Abudi Usman, mengatakan rumah sakit perlu membuka ruang komunikasi dengan masyarakat.
Menurutnya, berbagai keluhan dan masukan harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan.
Hal itu ia sampaikan saat memimpin Forum Konsultasi Publik (FKP) RSUD ZUS.
Forum tersebut mempertemukan pemerintah, manajemen rumah sakit, tenaga kesehatan, masyarakat, media, akademisi, dan kelompok profesi.
Keluhan Masyarakat Jadi Bahan Evaluasi
Irwan yang juga menjabat Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Gorontalo Utara menilai, masyarakat memiliki peran penting dalam proses pembenahan rumah sakit.
Pengguna layanan dapat memberikan gambaran langsung mengenai kualitas pelayanan yang mereka terima.
Karena itu, pemerintah perlu mendengar setiap masukan secara terbuka.
“Yang harus kita lihat adalah bagaimana kita menerima aspirasi dari masyarakat terkait keberadaan rumah sakit. Ada dari media, masyarakat, organisasi, dan khususnya dari Dinas Kesehatan,” Kata Irwan. Rabu, (19/8)
Menurutnya, komunikasi tersebut harus menghasilkan langkah perbaikan. Pemerintah dan manajemen rumah sakit tidak bisa bekerja sendiri tanpa melibatkan masyarakat.
Bangun Kembali Kepercayaan
Irwan menekankan, proses penyehatan rumah sakit harus berjalan bersama dengan upaya membangun kembali kepercayaan publik.
Ia menyebut tiga hal yang perlu mendapat perhatian. Pertama, pemerintah harus menerima dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat.
Kedua, berbagai unsur harus terlibat dalam proses pembenahan. Ketiga, seluruh langkah tersebut harus berdampak pada meningkatnya kepercayaan masyarakat.
Karena itu, setiap persoalan perlu segera mendapat respons. Komunikasi terbuka juga penting untuk mencegah persoalan berkembang menjadi krisis kepercayaan.
“Ketika muncul persoalan, ini harus menjadi bentuk komunikasi untuk menghadapi krisis. Kita harus mengelola situasi agar rumah sakit menjadi baik,” katanya.
Forum Jangan Berhenti di Diskusi
Irwan juga mengingatkan agar FKP tidak sekadar menjadi tempat menyampaikan keluhan dan pendapat. Forum harus menghasilkan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti.
“Menurut saya, hasil forum ini bukan cuma sekadar ngomong, diskusi ataupun dialog. Tetapi paling tidak ada rekomendasi yang harus diterima,” tegasnya.
Ia meminta rekomendasi forum disampaikan kepada pihak yang memiliki kewenangan. Dengan begitu, hasil konsultasi publik dapat masuk ke dalam proses pengambilan keputusan.
Selain itu, Irwan mendorong penggunaan data dan hasil kajian dalam mengevaluasi kondisi RSUD ZUS.
Data tersebut penting sebagai dasar pemerintah dalam menentukan kebijakan dan kebutuhan anggaran.
Pelayanan Harus Menjawab Kebutuhan
FKP RSUD ZUS turut melibatkan Kepala Dinas Kesehatan Gorontalo Utara, Direktur RSUD ZUS bersama jajaran manajemen, para kepala puskesmas, masyarakat, media, akademisi, serta kelompok profesi.
Keterlibatan berbagai unsur diharapkan memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai persoalan pelayanan rumah sakit.
Dengan demikian, hasil forum tidak berhenti pada identifikasi masalah.
Pemerintah dan pengelola RSUD ZUS diharapkan dapat menerjemahkan berbagai masukan menjadi langkah nyata untuk meningkatkan pelayanan sekaligus menguatkan kembali kepercayaan masyarakat.
Simak breaking news dan berita pilihan SuluhBangsa.com langsung di WhatsApp.
Ikuti Saluran WhatsApp





