Suluhbangsa.com, – Cuaca ekstrem tidak hanya mengancam keselamatan nelayan, tetapi juga berpotensi mengganggu pendapatan masyarakat pesisir di Gorontalo Utara.
Kondisi tersebut mendapat perhatian Anggota Komisi II DPRD Gorontalo Utara, Andi Matawang. Ia mendorong pemerintah daerah memperkuat program pemberdayaan nelayan agar masyarakat tetap memiliki sumber penghasilan saat aktivitas melaut terhambat.
Andi mengatakan keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama ketika nelayan hendak melaut. Karena itu, nelayan perlu memantau kondisi cuaca sebelum beraktivitas di laut.
“Keselamatan diri wajib menjadi urusan prioritas, sehingga saat akan melaut, para nelayan diimbau memperhatikan cuaca atau berkoordinasi dengan pihak pelabuhan pendaratan ikan untuk memantau informasi cuaca terkini,” kata Andi di Gorontalo Utara, Senin (27/7).
Menurutnya, angin kencang dan gelombang tinggi dapat meningkatkan risiko bagi nelayan. Jika kondisi tidak memungkinkan, nelayan sebaiknya menunda aktivitas melaut.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama, karena itu penting untuk tidak memaksakan diri melaut apabila cuaca ekstrem,” ujarnya.
Di sisi lain, Andi menilai kondisi cuaca perlu menjadi perhatian dalam penyusunan program pemerintah daerah. Ia mendorong adanya kegiatan produktif yang dapat menjadi sumber pendapatan alternatif bagi nelayan.
Menurutnya, anggaran pemberdayaan nelayan perlu mendapat perhatian. Program tersebut dapat diarahkan pada pengembangan potensi perikanan dan usaha lain yang masih berkaitan dengan sektor kelautan.
“Masyarakat di wilayah pesisir tetap dapat memanfaatkan potensi laut, khususnya sektor perikanan tangkap. Namun, aktivitas tersebut harus dibarengi dengan program pemberdayaan sehingga nelayan tetap dapat memperoleh penghasilan ketika kondisi cuaca tidak bersahabat,” jelasnya.
Andi berharap pemerintah tidak hanya memperhatikan aktivitas nelayan ketika kondisi laut normal. Program pemberdayaan juga perlu berjalan ketika cuaca membuat nelayan harus mengurangi aktivitas di laut.
“Saya berharap imbauan tetap memprioritaskan keselamatan kerja saat melaut di musim cuaca ekstrem, tetap menjadi hal utama seperti halnya prioritas menjalankan program pemberdayaan agar nelayan tetap berpenghasilan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gorontalo Utara, Faizal Piu, mengatakan pemerintah daerah terus menjalankan program pemberdayaan masyarakat di sektor kelautan dan perikanan.
Menurut Faizal, kelompok nelayan dan pembudidaya mendapat pendampingan untuk mengembangkan kegiatan produktif. Salah satunya melalui budidaya rumput laut dan pengeringan ikan sebagai bahan baku produk pangan.
Kegiatan tersebut dapat menjadi pilihan bagi nelayan ketika kondisi laut tidak memungkinkan untuk melaut.
“Kami terus mendampingi aktivitas nelayan di daerah ini. Tercatat ada sekitar 4.400 nelayan tangkap tersebar di 11 wilayah kecamatan, khususnya di 78 desa pesisir,” pungkas Faizal.
Simak breaking news dan berita pilihan SuluhBangsa.com langsung di WhatsApp.
Ikuti Saluran WhatsApp





