SuluhBangsa.com, – Aktivis Gorontalo, Arya Sahrain, mengaku menerima teror melalui pesan dari sejumlah nomor tak dikenal setelah menyoroti dugaan keterlibatan oknum anggota Brigade Mobil (Brimob) Polda Gorontalo berinisial AA dalam aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Popayato, Kabupaten Pohuwato.
Kepada SuluhBangsa.com, Arya mengatakan sejumlah nomor mengirimkan pesan percakapan (chat) dengan nada yang ia nilai mengancam.
Arya menduga pesan tersebut berkaitan dengan kritiknya terhadap aktivitas tambang ilegal di Popayato.
Meski demikian, ia belum mengungkapkan identitas pengirim maupun bukti yang menghubungkan pesan itu dengan pihak tertentu.
Arya Tetap Bersuara Meski Mengaku Diteror
Arya menegaskan bahwa tekanan tersebut tidak akan menghentikan langkahnya dalam menyuarakan persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat.
“Ancaman tak membuat saya goyah. Saya tidak akan mundur hanya karena ada tekanan atau intimidasi. Apa yang saya suarakan berkaitan dengan persoalan yang perlu mendapat perhatian publik, sehingga harus dijelaskan secara terbuka dan transparan,” kata Arya.
Menurutnya, kritik terhadap dugaan pelanggaran hukum seharusnya mendorong pihak terkait memberikan klarifikasi berdasarkan fakta.
Ia menilai ancaman bukan jawaban atas pertanyaan publik mengenai persoalan tersebut.
“Kalau memang tidak ada pelanggaran, silakan buktikan melalui klarifikasi dan proses yang transparan. Kritik seharusnya dijawab dengan penjelasan dan fakta, bukan dengan ancaman,” lanjutnya.
Arya menegaskan bahwa ia tidak bermaksud mencari konflik atau menjatuhkan pihak tertentu.
Sebaliknya, ia ingin mendorong aparat menelusuri dugaan aktivitas PETI secara objektif dan terbuka.
Siapkan Aksi dan Laporan ke Propam
Sebagai tindak lanjut, Arya berencana menggelar aksi bersama aliansinya di Polda Gorontalo dalam waktu dekat.
Ia juga akan membawa bukti-bukti yang ia klaim autentik untuk mendukung laporan kepada Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam).
Arya berharap aparat menelusuri pesan bernada ancaman yang ia terima. Selain itu, ia meminta pihak berwenang memeriksa dugaan keterlibatan oknum anggota Brimob berinisial AA dalam aktivitas PETI di Popayato.
“Meskipun sudah mendapat intimidasi, saya tidak akan mundur. Dalam waktu dekat, saya bersama aliansi akan melakukan aksi di Polda Gorontalo sekaligus membuat laporan dan memberikan bukti-bukti autentik di Divisi Propam,” tutup Arya.
Minta Aparat Menindaklanjuti Dugaan Pelanggaran
Arya berharap aparat penegak hukum menindaklanjuti laporan tersebut secara profesional.
Ia juga meminta penyidik memeriksa bukti, menelusuri identitas pengirim pesan, dan mengungkap pihak yang bertanggung jawab apabila menemukan unsur pelanggaran hukum.
Hingga berita ini disusun, SuluhBangsa.com, belum memperoleh klarifikasi dari pihak Polda Gorontalo terkait dugaan keterlibatan anggota Brimob dalam aktivitas PETI maupun pengakuan Arya mengenai teror yang ia alami.
Klarifikasi dari pihak terkait tetap diperlukan untuk menguji kebenaran dugaan tersebut dan menjaga keberimbangan pemberitaan. [AP]
Simak breaking news dan berita pilihan SuluhBangsa.com langsung di WhatsApp.
Ikuti Saluran WhatsApp




