suluhBangsa.com, – Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, mendorong generasi muda agar mengambil peran lebih besar dalam pembangunan sektor pertanian. Menurutnya, regenerasi petani menjadi salah satu kunci untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus menjawab tantangan pertanian pada masa depan.
Pesan itu disampaikan Thariq saat menghadiri sekaligus membuka kegiatan NGOPI (Ngobrol Pertanian) Bersama 10.000 Petani Sulawesi dan Kalimantan di Desa Pontolo Atas, Kabupaten Gorontalo Utara, Rabu (28/10/26).
Syngenta Indonesia menggelar kegiatan tersebut secara serentak di 44 titik di wilayah Sulawesi dan Kalimantan. Tahun ini, NGOPI mengangkat tema “Pemuda Tani Pemimpin Masa Depan Indonesia.”
Momentum Sumpah Pemuda untuk Pertanian
Thariq menilai tema tersebut sejalan dengan momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda. Semangat persatuan, kata dia, harus hadir dalam pembangunan pertanian melalui kolaborasi petani, pemuda, pemerintah, penyuluh, serta dunia usaha.
“Pada momentum Sumpah Pemuda ini, kita menghadiri satu agenda kreatif yang luar biasa, yaitu NGOPI atau Ngobrol Pertanian. Melalui kegiatan ini, Syngenta Indonesia menyatukan semangat 10.000 petani di Sulawesi dan Kalimantan yang terhubung secara daring zoom meeting dari 44 titik,” ungkap Bupati Thariq.
Menurut Thariq, petani memegang peran penting dalam menjaga keberlangsungan hidup masyarakat. Karena itu, pemerintah dan berbagai pihak perlu terus memperkuat posisi petani sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda.
“Saya menyebut para petani sebagai pejuang kehidupan, karena melalui perjuangan merekalah kita bisa hidup. Oleh sebab itu, semangat dan kontribusi petani harus terus diperkuat sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan Indonesia,”tegasnya.
Gorontalo Utara Punya Potensi Strategis
Thariq juga melihat Gorontalo Utara memiliki posisi strategis dalam pengembangan sektor pertanian. Wilayah tersebut berada di beranda utara Indonesia dan berhadapan langsung dengan kawasan Asia Pasifik.
Posisi itu, menurutnya, membuka peluang bagi Gorontalo Utara untuk mengembangkan potensi pertanian sekaligus meningkatkan kontribusi daerah terhadap pembangunan pangan nasional.
Karena itu, Thariq berharap forum NGOPI tidak berhenti pada diskusi. Para petani dapat memanfaatkan forum tersebut untuk bertukar pengalaman, memperluas wawasan, serta membangun jaringan dan kolaborasi.
Kolaborasi itu juga penting untuk menjawab berbagai tantangan, termasuk peningkatan produktivitas dan penerapan praktik pertanian berkelanjutan.
Selaras dengan Gerakan Agro Mopomulo
Thariq turut mengaitkan semangat NGOPI dengan program pembangunan Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara melalui GAM (Gerakan Agro Mopomulo).
Program tersebut berorientasi pada penguatan sektor pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Pemerintah daerah berharap kolaborasi berbagai pihak mampu melahirkan langkah konkret yang berdampak terhadap kesejahteraan petani.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, kami menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap upaya membangun pertanian berkelanjutan. Kami berharap, dari kegiatan ini tidak hanya lahir perbincangan tentang pertanian, tetapi juga tumbuh semangat bersama untuk membangun pertanian yang lebih maju di Sulawesi dan Kalimantan,” ujarnya.
Thariq juga memberikan apresiasi kepada Syngenta Indonesia karena telah mempertemukan ribuan petani dari Sulawesi dan Kalimantan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, penyuluh, pemuda, dan petani dapat mempercepat kemajuan sektor pertanian.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Gorontalo Utara Hamzah Sidik; Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Yusuf Abdullah Hasan; Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Gorontalo Utara Osna Haluti; serta Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Asri Menu.
Selain itu, hadir unsur TNI-Polri, jajaran terkait, penyuluh pertanian, serta petani dari berbagai wilayah di Kabupaten Gorontalo Utara.
Di akhir sambutannya, Thariq secara resmi membuka NGOPI Bersama 10.000 Petani Sulawesi dan Kalimantan. Ia mengajak peserta menjadikan momentum Sumpah Pemuda sebagai penggerak lahirnya generasi petani muda yang inovatif, produktif, dan mampu menjawab tantangan pertanian Indonesia.
Melalui regenerasi petani dan kolaborasi lintas sektor, Gorontalo Utara diharapkan mampu memperkuat ekosistem pertanian yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. [AP]
Simak breaking news dan berita pilihan SuluhBangsa.com langsung di WhatsApp.
Ikuti Saluran WhatsApp





