SuluhBangsa.com, Gorut – Liburan akhir pekan di Pulau Bogisa, Kecamatan Ponelo Kepulauan, Kabupaten Gorontalo Utara, berujung duka mendalam.
Riska Halid alias Cika, seorang wisatawan asal Kelurahan Andalas, Kota Gorontalo, meninggal dunia akibat terseret arus laut saat berenang pada Minggu (2/8) pagi.
Awalnya, Riska bersama delapan temannya tiba di Pulau Bogisa sejak Sabtu (1/8/) untuk berkemah dan menikmati suasana pantai.
Namun, suasana hangat itu mendadak berubah menjadi kepanikan pada pukul 07.00 WITA. Saat itu, Riska dan dua rekannya memutuskan untuk turun berenang.
Berdasarkan keterangan pihak Basarnas, ketiganya tidak memiliki kemampuan berenang yang memadai.
Pada saat yang bersamaan, arus laut menguat dan bergerak kencang ke arah luar pulau. Oleh karena itu, bahaya langsung mengintai mereka:
Dua rekan korban berenang di sisi kanan hamparan pasir. Meskipun sempat terbawa arus, mereka berhasil menyelamatkan diri ke area patahan pasir yang dangkal.
Sementara itu, Riska berenang di sisi kiri. Padahal, posisi tersebut memicu tubuhnya terseret arus deras menuju perairan yang jauh lebih dalam.
Melihat insiden tersebut, seorang pengemudi taksi perahu bersama nelayan setempat langsung bergerak menolong korban.
Selain itu, warga juga segera menghubungi pihak berwenang. Komandan Pos SAR (Danpos SAR) Kwandang, S. Alan Hasania, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan sekitar pukul 09.00 WITA.
Selanjutnya, Tim SAR langsung meluncur ke lokasi menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB).
Akan tetapi, di tengah perjalanan tim justru berpapasan dengan perahu nelayan yang sudah membawa korban.
Nelayan berhasil mengangkat tubuh Riska dari laut, namun nyawanya tidak tertolong. Sementara itu, delapan anggota rombongan lainnya berada dalam kondisi selamat.
Petugas kemudian membawa jenazah Riska ke RSUD Zainal Umar Sidiki (ZUS) Gorontalo Utara. Setelah menyelesaikan proses identifikasi, pihak RSUD menyiapkannya untuk pulang ke rumah duka menggunakan ambulans.
Menanggapi tragedi ini, Basarnas mengingatkan masyarakat agar selalu waspada saat beraktivitas di destinasi wisata bahari. Sebab, angin dan arus laut di perairan utara saat ini tergolong sangat kuat.
“Kami mengimbau masyarakat agar menggunakan alat pelampung saat beraktivitas di laut. Bagi yang tidak bisa berenang, jangan memaksakan diri untuk turun ke air,” tegas Alan Hasania.
Oleh karena itu, seluruh pengunjung wajib mematuhi arahan petugas demi mencegah insiden serupa.
Simak breaking news dan berita pilihan SuluhBangsa.com langsung di WhatsApp.
Ikuti Saluran WhatsApp














