SuluhBangsa.com, Gorontalo – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, mengajak petani, nelayan, penyuluh, pelaku usaha, dan pemerintah memperkuat kolaborasi untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional. Ajakan itu ia sampaikan saat membuka Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Sabtu (20/6/).
Ribuan peserta dari berbagai provinsi mengikuti pembukaan ajang nasional tersebut. Mereka terdiri atas petani, nelayan, penyuluh pertanian, pelaku usaha, akademisi, dan organisasi tani.
Gibran menegaskan bahwa pemerintah menempatkan kemandirian pangan sebagai salah satu program prioritas nasional. Menurutnya, Indonesia harus mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri di tengah situasi global yang tidak menentu.
“Kemandirian pangan merupakan salah satu program prioritas Bapak Presiden. Di tengah konflik geopolitik, perang dagang, dan berbagai ketidakpastian global, Indonesia tidak boleh terlalu bergantung pada negara lain,” ujar Gibran.
Fokus Benahi Sektor Pertanian
Gibran menilai sektor pertanian dan perikanan memegang peran penting dalam menjaga stabilitas nasional. Karena itu, pemerintah terus meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani dan nelayan.
Ia juga mengakui masih ada sejumlah tantangan. Pemerintah harus mengendalikan alih fungsi lahan pertanian. Petani juga membutuhkan akses yang lebih mudah terhadap benih unggul dan pembiayaan.
Selain itu, pemerintah terus memperkuat peran off-taker agar hasil panen memiliki pasar yang jelas. Pemerintah juga menjaga stabilitas harga komoditas, memperbaiki sistem pergudangan, dan mempercepat distribusi pupuk bersubsidi.
Reformasi Pupuk dan Penguatan Industri
Dalam kesempatan itu, Gibran mengapresiasi Kementerian Pertanian yang menyederhanakan aturan distribusi pupuk.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian yang telah memangkas 145 regulasi dan persyaratan distribusi pupuk. Kebijakan ini sekarang sudah dirasakan manfaatnya oleh para petani,” katanya.
Pemerintah juga revitalisasi industri pupuk nasional. Program itu mencakup pembaruan pabrik lama dan pembangunan fasilitas produksi baru. Langkah tersebut bertujuan menjaga pasokan pupuk bagi petani.
Revitalisasi berlangsung di sejumlah daerah, seperti Palembang, Gresik, Bontang, dan Lhokseumawe. Pemerintah juga menyiapkan pengembangan di beberapa wilayah lain.
PENAS Jadi Ruang Kolaborasi Nasional
Melalui PENAS XVII, pemerintah ingin memperkuat kerja sama antara petani, nelayan, penyuluh, akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah. Forum ini juga menjadi wadah berbagi inovasi, teknologi, dan pengalaman.
Pemerintah berharap kolaborasi tersebut mampu meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan perikanan. Langkah itu sekaligus memperkuat daya saing pangan Indonesia di masa depan.
Simak breaking news dan berita pilihan SuluhBangsa.com langsung di WhatsApp.
Ikuti Saluran WhatsApp














