Media Partner

Pasang Iklan

di SuluhBangsa.com
Promosi lebih elegan
Jangkauan Luas Pembaca aktif
Promosi Efektif Brand makin terlihat
Tampil Profesional Cocok untuk usaha
Rp
Harga Fleksibel Bisa diskusikan
Media Partner

Pasang Iklan

di SuluhBangsa.com
Promosi lebih elegan
Jangkauan Luas Pembaca aktif
Promosi Efektif Brand makin terlihat
Tampil Profesional Cocok untuk usaha
Rp
Harga Fleksibel Bisa diskusikan
Media Partner • Promosi • Branding

Pasang Iklan di SuluhBangsa.com

Promosikan usaha, event, produk, dan lembaga Anda secara elegan.

Prabowo Sentil Wartawan, Pengamat dan LSM, Singgung Londo Ireng Modern

Presiden RI, Prabowo Subianto saat sambutan di Harla PKB. (Dok, tangkapan Layar di akun Instagram PKB)
banner 120x600
banner 468x60

SuluhBangsa.com, Gorontalo – Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti keberadaan pihak yang ia sebut masih memiliki pola pikir seperti “Londo Ireng”. Pada masa kolonial, masyarakat menggunakan istilah itu untuk menyebut pribumi yang berpihak kepada penjajah Belanda.

Prabowo menyampaikan pernyataan tersebut saat menghadiri puncak Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta, Kamis (23/7).

banner 325x300

Menurut Prabowo, sosok dengan karakter seperti itu masih ada hingga sekarang. Bedanya, mereka hadir dalam berbagai profesi dan latar belakang.

Ia menyinggung wartawan, pengamat, hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM). Prabowo mempertanyakan sumber pendanaan pihak yang terus melontarkan kritik kepada pemerintah.

Prabowo menilai sejak masa penjajahan sudah ada warga Indonesia yang memilih mengabdi kepada kepentingan bangsa lain. Menurutnya, sikap tersebut bertentangan dengan semangat patriotisme.

Dalam pidato yang sama, Prabowo juga mengkritik sebagian media. Ia menilai pemberitaan lebih sering menonjolkan kekurangan daripada hasil kerja pemerintah.

Prabowo mengatakan pemerintah telah memperbaiki lebih dari 67 ribu bangunan sekolah di berbagai daerah. Tahun depan, ia menargetkan program itu menjangkau hingga 100 ribu sekolah.

Namun, menurut Prabowo, sejumlah media justru mencari sekolah yang belum direnovasi. Mereka kemudian menjadikannya sebagai berita utama tanpa menampilkan capaian pemerintah secara utuh.

Prabowo tidak menyebut nama media yang ia maksud. Ia mengaku masyarakat sudah mengetahui pihak yang dimaksud sehingga tidak perlu menyampaikannya secara terbuka.

Selain itu, Prabowo menanggapi narasi yang menyebut Indonesia akan kolaps. Ia menilai isu tersebut terus berulang, tetapi tidak pernah terbukti.

Prabowo mengatakan prediksi mengenai Indonesia yang akan runtuh selalu meleset. Ia menegaskan kondisi nasional tetap stabil dan terus menunjukkan perkembangan positif.

Di akhir pidatonya, Prabowo menegaskan pemerintah terbuka terhadap kritik. Namun, ia meminta semua pihak menyampaikan kritik secara objektif, berimbang, dan berdasarkan fakta.

Simak breaking news dan berita pilihan SuluhBangsa.com langsung di WhatsApp.

Ikuti Saluran WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *