Media Partner

Pasang Iklan

di SuluhBangsa.com
Promosi lebih elegan
Jangkauan Luas Pembaca aktif
Promosi Efektif Brand makin terlihat
Tampil Profesional Cocok untuk usaha
Rp
Harga Fleksibel Bisa diskusikan
Media Partner

Pasang Iklan

di SuluhBangsa.com
Promosi lebih elegan
Jangkauan Luas Pembaca aktif
Promosi Efektif Brand makin terlihat
Tampil Profesional Cocok untuk usaha
Rp
Harga Fleksibel Bisa diskusikan
Media Partner • Promosi • Branding

Pasang Iklan di SuluhBangsa.com

Promosikan usaha, event, produk, dan lembaga Anda secara elegan.

Mahasiswa UGM Ajak Warga Deme II Olah Cengkih Bernilai Jual

NING KKN UGM Saat mengolah cengkeh dan diperkenalkan kepada warga deme II. (dok agus)
banner 120x600
banner 468x60

SuluhBangsa.com, Gorontalo – Cengkih selama ini lebih dikenal sebagai rempah dapur. Padahal, komoditas unggulan Gorontalo Utara itu memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk herbal bernilai jual.

Peluang tersebut diperkenalkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) kepada masyarakat Desa Deme II, Kecamatan Sumalata Timur, Jumat (10/7).

banner 325x300

Mahasiswa KKN-PPM UGM menggelar sosialisasi sekaligus praktik pembuatan teh cengkih. Mereka mengajak masyarakat melihat cengkih sebagai bahan baku produk yang dapat membuka peluang usaha rumahan maupun UMKM.

Dalam kegiatan itu, mahasiswa menjelaskan kandungan eugenol pada cengkih. Senyawa alami tersebut memiliki sifat antioksidan, antibakteri, dan antiradang sehingga berpotensi mendukung kesehatan apabila dikonsumsi secara bijak.

Teh Herbal Mudah Dibuat

Mahasiswa kemudian memperagakan cara mengolah bunga cengkih kering menjadi teh herbal. Mereka memadukan cengkih dengan kayu manis, madu, lemon, dan air untuk menghasilkan minuman bercita rasa khas.

Setiap peserta mengikuti tahapan pembuatan mulai dari proses perebusan hingga penyajian. Warga juga mencicipi hasil olahan tersebut untuk mengenal aroma dan rasa teh cengkih.

Mahasiswa KKN-PPM UGM, Ning, mengatakan kegiatan itu bertujuan memperluas wawasan masyarakat tentang pemanfaatan cengkih.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat melihat cengkih dari perspektif yang lebih luas. Selama ini cengkih lebih dikenal sebagai rempah atau bumbu dapur, padahal cengkih mengandung senyawa alami seperti eugenol yang memiliki sifat antioksidan dan antibakteri serta bermanfaat bagi kesehatan. Cengkih juga dapat diolah menjadi teh herbal yang praktis, mudah dibuat, dan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk unggulan desa. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memperoleh manfaat kesehatan, tetapi juga dapat menciptakan produk bernilai tambah yang berpeluang dikembangkan sebagai usaha rumahan maupun UMKM berbasis potensi lokal,” jelas Ning.

Warga Antusias Bahas Peluang Usaha

Warga mengikuti kegiatan dengan antusias. Mereka mengajukan pertanyaan seputar manfaat teh cengkih, teknik penyimpanan, hingga strategi memasarkan produk apabila diproduksi secara berkelanjutan.

Mahasiswa juga mengajak masyarakat menjaga kualitas bahan baku, menerapkan proses produksi yang higienis, serta memilih kemasan yang menarik agar produk mampu bersaing di pasar.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan mahasiswa KKN-PPM UGM. Melalui edukasi dan praktik langsung, mahasiswa ingin mendorong warga mengembangkan potensi lokal menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Mahasiswa berharap inovasi teh cengkih dapat menjadi langkah awal lahirnya produk unggulan Desa Deme II. Mereka juga mengajak masyarakat, pemerintah desa, dan perguruan tinggi terus memperkuat kolaborasi agar komoditas lokal mampu meningkatkan perekonomian desa.

Simak breaking news dan berita pilihan SuluhBangsa.com langsung di WhatsApp.

Ikuti Saluran WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *