SuluhBangsa.com, Gorontalo – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) mengapresiasi langkah Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, yang menginisiasi penanaman 500 bibit durian Musang King di kawasan transmigrasi Desa Motihelumo, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, Sabtu (4/7/)
Selain memberikan apresiasi, para mahasiswa juga ikut menanam bibit durian bersama masyarakat. Melalui kegiatan itu, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan warga membangun kolaborasi untuk memperkuat penghijauan sekaligus mendukung ketahanan pangan.
Durian Dinilai Punya Manfaat Ganda
Salah satu mahasiswa KKN-PPM UGM dari Fakultas Pertanian, Yosita Rahmadhani, menilai penanaman durian tidak hanya memberikan manfaat ekonomi. Menurutnya, tanaman tahunan tersebut juga berperan penting dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Pak Ridwan Monoarfa. Durian bukan hanya tentang nilai ekonomi semata, tetapi juga memiliki nilai lingkungan yang sangat besar. Tanaman ini mampu menjadi penopang ekosistem dan membantu mencegah kerusakan lingkungan,” ujar Yosita.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sistem perakaran durian yang kuat mampu menahan tanah sehingga dapat mengurangi risiko erosi dan longsor, terutama di wilayah perbukitan.
“Ini sejalan dengan apa yang kami pelajari. Tanaman tahunan seperti durian memberikan manfaat ganda. Selain menghasilkan buah bernilai ekonomi tinggi, tanaman ini juga menjaga kelestarian lingkungan,” tambahnya.
Kolaborasi Kampus dan Pemerintah
Yosita mengatakan keterlibatan mahasiswa KKN-PPM UGM sejalan dengan tema pemberdayaan masyarakat yang diusung pada program KKN-PPM 2026.
Karena itu, para mahasiswa tidak hanya menjalankan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga ikut mendorong pembangunan berkelanjutan.
Menurutnya, kolaborasi seperti ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan sektor pertanian yang tetap memperhatikan aspek lingkungan.
Harapkan Pendampingan Berkelanjutan
Selain mengapresiasi program tersebut, Yosita berharap pemerintah terus mendampingi masyarakat setelah proses penanaman selesai. Dengan demikian, bibit yang telah ditanam dapat tumbuh optimal hingga memasuki masa panen.
“Kami berharap ada pendampingan berkelanjutan bagi masyarakat. Program ini tidak berhenti pada penanaman, tetapi juga mencakup perawatan, pengelolaan, hingga pemasaran hasil panen,” pungkasnya.
Penanaman durian Musang King tersebut menjadi penanaman perdana varietas unggulan di kawasan transmigrasi Desa Motihelumo. Pemerintah daerah berharap program itu mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat upaya pelestarian lingkungan di Gorontalo Utara.
Simak breaking news dan berita pilihan SuluhBangsa.com langsung di WhatsApp.
Ikuti Saluran WhatsApp






