suluhbangsa.com – PT Biomassa Group kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat melalui program Biomassa Peduli. Perusahaan menyalurkan santunan kepada 150 anak yatim piatu dan kaum dhuafa yang tersebar di 15 desa binaan di empat kecamatan di Kabupaten Pohuwato. Kamis (1/10/26)
Program tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung masyarakat di sekitar wilayah operasional. Bantuan diberikan untuk membantu memenuhi sebagian kebutuhan sehari-hari para penerima manfaat.
Direktur PT Biomassa Group, Zunaidi, mengatakan program Biomassa Peduli tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan materi, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara perusahaan dan masyarakat.
“Program Biomassa Peduli sosial ini bukan hanya semata bertujuan memberikan bantuan dalam bentuk materi terhadap saudara-saudara kita yang membutuhkan, namun juga untuk menjalin silaturahmi dan mempererat persaudaraan,” kata Zunaidi.
Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan kebutuhan penerima sekaligus menumbuhkan semangat kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Harapan kami semoga dengan santunan yang kami berikan dapat meringankan beban kebutuhan sehari-hari bagi penerima, dapat terus menumbuhkan semangat kepedulian dan kebersamaan, sekaligus memperkuat sinergi antara perusahaan dan pemerintah dalam mendukung pembangunan sosial yang berkelanjutan di wilayah, khususnya sekitar perusahaan,” ujarnya.
Rutin Setiap Tiga Bulan
Program santunan yatim piatu dan kaum dhuafa tersebut merupakan kegiatan rutin perusahaan yang dilaksanakan setiap triwulan atau tiga bulan sekali.
Dalam pelaksanaannya, perusahaan bekerja sama dengan pemerintah desa binaan untuk menentukan penerima sekaligus mendistribusikan bantuan.
Sebanyak 15 desa menjadi wilayah binaan perusahaan. Setiap desa mendapatkan kuota 10 penerima bantuan, sehingga setiap periode penyaluran terdapat 150 penerima manfaat.
Dengan pelaksanaan empat kali dalam setahun, Biomassa Group menyalurkan total 600 paket bantuan dalam satu tahun.
Setiap paket berisi 5 kilogram beras, 1 liter minyak goreng, dan 2 kilogram gula. Dengan demikian, dalam setahun bantuan yang disalurkan mencapai 3.000 kilogram beras, 600 liter minyak goreng, dan 1.200 kilogram gula.
Program tersebut mendapat apresiasi dari pemerintah desa yang menjadi wilayah binaan perusahaan.
Kepala Desa Telaga Biru menyampaikan terima kasih atas kepedulian PT Inti Global Laksana (IGL) dan PT Banyan Tumbuh Lestari (BTL) melalui program santunan tersebut.
Menurutnya, bantuan itu turut membantu masyarakat, khususnya anak yatim, karena kebutuhan tersebut tidak selalu dapat diakomodasi melalui anggaran desa.
“Program tersebut sangat membantu masyarakat, khususnya anak yatim yang ada di desa kami. Selama ini bantuan tersebut tidak teranggarkan di dana desa, sehingga dengan bantuan tersebut pemerintah desa terbantukan,” ujarnya.
Apresiasi serupa disampaikan Kepala Desa Kelapa Lima. Ia menilai program sosial perusahaan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat desa binaan.
“Terima kasih atas kepedulian perusahaan PT IGL BTL dan BJA yang mengembangkan usaha di wilayah Kabupaten Pohuwato dan mengadakan program yang menyentuh dan membangun warga desa serta memberikan bantuan atau santunan kepada anak yatim piatu dan kaum dhuafa,” katanya.
Penerima Bersyukur
Bantuan tersebut juga mendapat sambutan positif dari para penerima manfaat. Salah seorang penerima menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diberikan perusahaan.
“Saya sangat bersyukur karena sudah dapat bantuan dari perusahaan. Semoga perusahaan IGL akan semakin maju lagi,” ucapnya.
Penerima lainnya berharap program tersebut dapat terus memberikan manfaat bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan.
“Semoga banyak membantu anak-anak seperti saya yang tidak mampu,” ujarnya.
Menjangkau Empat Kecamatan
Sebanyak 15 desa binaan PT Inti Global Laksana dan PT Banyan Tumbuh Lestari tersebar di empat kecamatan di Kabupaten Pohuwato.
Di Kecamatan Popayato, desa binaan meliputi Desa Telaga Biru, Trikora, dan Popayato.
Kemudian di Kecamatan Popayato Timur terdapat Desa Bunto, Milangodaa, Londoun, Maleo, Marisa, dan Kelapa Lima.
Sementara itu, wilayah Kecamatan Lemito mencakup Desa Wonggarasi Barat, Wonggarasi Tengah, dan Suka Damai. Adapun di Kecamatan Wonggarasi terdapat Desa Yipilo dan Bukit Harapan.
Selain santunan yatim piatu dan kaum dhuafa, Biomassa Group juga menjalankan sejumlah program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR lainnya.
Di bidang pendidikan, perusahaan memberikan beasiswa secara rutin setiap bulan kepada 13 anak di setiap desa binaan. Program tersebut menjangkau 195 anak dari 15 desa binaan.
Perusahaan juga menjalankan program bantuan iuran bulanan BPJS Ketenagakerjaan Mandiri bagi masyarakat pekerja bukan penerima upah (BPU) di desa binaan. Hingga saat ini, program tersebut telah direalisasikan bagi 215 peserta dari 15 desa binaan.
Program tersebut sejalan dengan program Universal Coverage Jamsostek (UCJ) Pemerintah Kabupaten Pohuwato dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat, terutama kelompok yang rentan terhadap dampak sosial dan ekonomi akibat kecelakaan kerja maupun risiko kematian.
Melalui rangkaian program tersebut, Biomassa Group menempatkan pemberdayaan dan perlindungan masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan tanggung jawab sosial . (ADV)
Simak breaking news dan berita pilihan SuluhBangsa.com langsung di WhatsApp.
Ikuti Saluran WhatsApp


