SuluhBangsa.com, Gorontalo – Menjelang penutupan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII, perhatian masyarakat tertuju pada rencana kedatangan Presiden Republik Indonesia ke Gorontalo.
Rencana kunjungan tersebut menjadi momentum penting bagi daerah. Sebelumnya, Wakil Presiden RI telah membuka kegiatan yang diikuti ribuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia.
Hari ini, Tim Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dikabarkan di Gorontalo untuk melakukan koordinasi dan pengecekan sejumlah lokasi. Karena itu, masyarakat semakin yakin bahwa Presiden akan hadir pada agenda penutupan PENAS XVII.
Bukti Kepercayaan Pemerintah Pusat
Sejumlah kalangan menilai rencana kunjungan Presiden mencerminkan tingginya kepercayaan pemerintah pusat kepada Gorontalo.
PENAS XVII tidak hanya mempertemukan petani dan nelayan dari berbagai daerah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana promosi sektor pertanian, perikanan, dan berbagai potensi unggulan daerah.
Dengan kehadiran Presiden, Gorontalo memiliki kesempatan lebih luas untuk memperkenalkan capaian pembangunan kepada pemerintah pusat. Di sisi lain, daerah ini juga dapat menarik perhatian investor dan pelaku usaha dari berbagai wilayah.
Momentum Bersejarah bagi Gorontalo
Jika Presiden hadir pada penutupan PENAS XVII, Gorontalo akan mencatat momen bersejarah. Pasalnya, Presiden dan Wakil Presiden hadir dalam satu rangkaian kegiatan nasional yang sama.
Tidak hanya itu, kunjungan Presiden juga memperkuat citra Gorontalo sebagai daerah yang mampu menggelar agenda berskala nasional.
Mantan Sekretaris BEM Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Jikran Kasadi, memberikan apresiasi terhadap suksesnya pelaksanaan PENAS XVII.
Menurut Jikran, kehadiran Presiden menjadi kebanggaan bagi masyarakat Gorontalo. Sebab, tidak semua daerah memperoleh kesempatan menjadi tuan rumah kegiatan nasional yang menghadirkan Presiden dan Wakil Presiden.
Ekonomi Lokal Semakin Bergerak
Selain membawa dampak prestise, PENAS XVII juga menggerakkan ekonomi masyarakat. Ribuan peserta yang datang dari berbagai provinsi meningkatkan aktivitas ekonomi di sejumlah sektor.
Akibatnya, pelaku UMKM mencatat peningkatan transaksi selama kegiatan berlangsung. Selanjutnya, pelaku usaha kuliner, penyedia jasa penginapan, serta pengemudi bentor juga merasakan manfaat ekonomi yang cukup signifikan.
Jikran menilai dampak tersebut menunjukkan bahwa PENAS XVII bukan sekadar agenda seremonial. Sebaliknya, kegiatan ini mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Agenda nasional seperti PENAS tidak hanya meningkatkan citra daerah. Namun, kegiatan ini juga mendorong perputaran ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya, Senin (22/6)
Karena itu, Jikran berharap momentum kedatangan Presiden dapat semakin memperkuat posisi Gorontalo di tingkat nasional. Selain memperluas promosi daerah, kunjungan tersebut juga membuka peluang hadirnya agenda-agenda nasional lainnya di masa mendatang.
Simak breaking news dan berita pilihan SuluhBangsa.com langsung di WhatsApp.
Ikuti Saluran WhatsApp














