SuluhBangsa.com, Gorontalo Utara- Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Gorontalo (UNG), menggelar Forum Diskusi dan Sarana Interaksi (FONDASI), Pada Rabu, 22 Juli 2026.
Forum yang berlangsung secara daring melalui Google Meet itu mengangkat tema “MBG dan Masa Depan Pendidikan Indonesia: Telaah Kritis terhadap Konsep dan Implikasi Kebijakan.”
HMJ Ilmu Ekonomi menghadirkan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Abdullah Zidni Mazaya, sebagai narasumber.
Sementara itu, Kader HIMAJIE 2025, Rezky Aditya Suleman, bertindak sebagai moderator.
Melalui forum tersebut, peserta membahas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari berbagai perspektif. Pembahasan mencakup konsep, tujuan, manfaat, tantangan implementasi, hingga dampak kebijakan terhadap pendidikan di Indonesia.
Program MBG menjadi salah satu kebijakan pemerintah yang mendapat perhatian publik. Kebijakan tersebut memiliki kaitan dengan upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan pembangunan sumber daya manusia.
Dalam diskusi, peserta tidak hanya membahas manfaat MBG. Mereka juga mengkaji konsekuensi kebijakan tersebut terhadap pengelolaan anggaran negara.
Peserta menilai MBG memiliki tujuan strategis untuk meningkatkan kualitas gizi dan mendukung pembangunan sumber daya manusia.
Namun, setiap kebijakan publik juga memiliki konsekuensi berupa trade-off dan opportunity cost.
Persoalan tersebut muncul ketika pemerintah harus membagi anggaran untuk berbagai sektor prioritas.
Sektor pendidikan juga membutuhkan dukungan anggaran yang memadai sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan bangsa.
Peserta menilai pemerintah perlu menjaga keseimbangan antara pembiayaan MBG dan kebutuhan sektor pendidikan.
Kebijakan anggaran yang tidak tepat berpotensi menimbulkan dampak terhadap berbagai program pendidikan.
Dampak tersebut dapat berupa berkurangnya alokasi beasiswa, pemangkasan anggaran perguruan tinggi, hingga terganggunya proses pembelajaran.
Kondisi itu pada akhirnya dapat memengaruhi kualitas layanan pendidikan.
Karena itu, forum tersebut mendorong pemerintah untuk menyusun desain pendanaan MBG secara berkelanjutan.
Pemerintah juga perlu memastikan program tersebut tidak mengurangi kualitas pembangunan pendidikan.
Peserta juga menekankan pentingnya evaluasi berbasis data dan analisis biaya-manfaat.
Langkah tersebut dapat membantu pemerintah mengukur efektivitas program sekaligus memastikan penggunaan anggaran berjalan secara optimal.
Dengan evaluasi yang terukur, pemerintah dapat memperbaiki pelaksanaan MBG sesuai kebutuhan masyarakat.
Program peningkatan gizi juga dapat berjalan tanpa mengorbankan sektor pendidikan sebagai investasi jangka panjang.
Melalui FONDASI, HMJ Ilmu Ekonomi FEB UNG mendorong mahasiswa untuk aktif mengkaji berbagai kebijakan publik.
Forum tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan memperluas wawasan akademik.
Kegiatan ini turut membuka ruang interaksi bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, akademisi, pelajar, dan masyarakat umum. Peserta dapat bertukar gagasan serta membangun jejaring akademik melalui diskusi yang terbuka.
HMJ Ilmu Ekonomi berharap FONDASI dapat terus menjadi ruang intelektual bagi generasi muda.
Melalui forum tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memahami persoalan bangsa secara kritis dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan pendidikan serta kemajuan Indonesia.
Simak breaking news dan berita pilihan SuluhBangsa.com langsung di WhatsApp.
Ikuti Saluran WhatsApp





