Media Partner

Pasang Iklan

di SuluhBangsa.com
Promosi lebih elegan
✓
Jangkauan Luas Pembaca aktif
↗
Promosi Efektif Brand makin terlihat
★
Tampil Profesional Cocok untuk usaha
Rp
Harga Fleksibel Bisa diskusikan
Media Partner

Pasang Iklan

di SuluhBangsa.com
Promosi lebih elegan
✓
Jangkauan Luas Pembaca aktif
↗
Promosi Efektif Brand makin terlihat
★
Tampil Profesional Cocok untuk usaha
Rp
Harga Fleksibel Bisa diskusikan
Media Partner • Promosi • Branding

Pasang Iklan di SuluhBangsa.com

Promosikan usaha, event, produk, dan lembaga Anda secara elegan.

Kapolres Bone Bolango Didesak Tangkap AM, Yahya: Kalau Tak Ditindak, Kami Sambut Kapolda Baru dengan Demo

Yahya Almari, Aktivis Gorontalo (Dok.Pribadi)

SuluhBangsa.com, – Penanganan kasus kematian dua penambang di lokasi Tibor 18, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, kembali menjadi sorotan.

Yahya Alamri, Aktivis Gorontalo, mendesak Kapolres Bone Bolango mengambil langkah tegas terhadap pihak yang diduga terkait aktivitas pertambangan di lokasi tersebut.

Ia juga meminta polisi memeriksa AM yang disebut berkaitan dengan kepemilikan lubang tambang di Tibor 18.

Menurut Yahya, polisi tidak boleh menganggap kematian dua penambang sebagai persoalan biasa. Ia meminta aparat mengusut seluruh aktivitas di lokasi tersebut.

Polisi juga perlu memastikan pihak yang bertanggung jawab atas lubang tambang tempat kedua penambang meninggal.

“Kapolres Bone Bolango harus berani mengambil langkah hukum. Kalau memang AM diduga memiliki keterkaitan dengan lubang tersebut, maka harus dipanggil, diperiksa dan apabila ditemukan bukti yang cukup, diproses sesuai hukum,” tegas Yahya.

Yahya meminta Polres Bone Bolango menangani kasus tersebut secara transparan. Menurutnya, masyarakat membutuhkan kepastian hukum atas kematian dua penambang di Tibor 18.

Yahya Pertanyakan Perkembangan Kasus

Yahya juga mempertanyakan perkembangan penanganan perkara tersebut. Ia meminta Polres Bone Bolango menjelaskan sejauh mana proses penyelidikan kasus itu.

Menurutnya, aparat tidak boleh membiarkan kasus yang menyangkut hilangnya nyawa manusia tanpa kejelasan.

“Jangan sampai setelah dua orang meninggal, kemudian persoalannya berhenti begitu saja. Kami meminta Kapolres Bone Bolango menunjukkan keseriusan dalam mengusut kasus ini,” ujarnya.

Yahya menegaskan pihaknya akan terus mengawal persoalan tersebut. Jika Kapolres Bone Bolango tidak mengambil langkah konkret, pihaknya akan membawa tuntutan itu ke tingkat Polda Gorontalo.

Ancam Gelar Demonstrasi

Yahya bahkan menyatakan pihaknya siap menggelar demonstrasi untuk menyampaikan tuntutan tersebut.

“Kalau tidak ditindak, kami akan menyambut Kapolda Gorontalo yang baru dengan demonstrasi. Kami akan menyampaikan langsung persoalan ini dan meminta Kapolda memberikan perhatian serius terhadap kasus Tibor 18,” tegas Yahya.

Ia berharap Kapolres Bone Bolango segera mengambil langkah tanpa menunggu masyarakat turun ke jalan.

“Kami masih memberikan ruang kepada Kapolres untuk menunjukkan langkah nyata. Tetapi kalau tidak ada tindakan, kami siap menyampaikan aspirasi secara terbuka,” tutup Yahya. 

... Dilihat

Simak breaking news dan berita pilihan SuluhBangsa.com langsung di WhatsApp.

Ikuti Saluran WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *