Suluhbangsa.com, – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) merespons insiden pengeroyokan yang terjadi dalam pertandingan Turnamen Trofi Bercahaya Cup I antara Tolinggula dan Tomilito.
Ketua PSSI Gorontalo Utara, Hamzah Sidik Djibran, memastikan pihaknya segera menggelar rapat untuk membahas insiden tersebut sekaligus menentukan langkah organisasi.
Hamzah mengatakan, PSSI Gorut akan menjalankan mekanisme sesuai aturan sebelum menjatuhkan sanksi kepada pihak yang terbukti terlibat.
“Yang pasti, sanksinya larangan bermain yang akan kita sesuaikan dengan ketentuan yang diatur dalam PSSI,” Kata Hamzah saat diwawancarai via telfon, Kamis (1/10/26)
Menurutnya, PSSI tidak akan langsung menjatuhkan sanksi hanya berdasarkan video atau informasi yang beredar. Pihak-pihak terkait akan terlebih dahulu dipanggil untuk memberikan klarifikasi.
Ia menegaskan, proses tersebut penting agar keputusan yang diambil memiliki dasar fakta dan bukti yang jelas.
“Tidak mungkin kita langsung mengambil respons tanpa melakukan pemanggilan klarifikasi pada pihak-pihak yang terkait,” katanya.
PSSI Tegaskan Kekerasan Bukan Bagian dari Sepak Bola
Hamzah menegaskan, PSSI Gorut tidak akan menoleransi tindakan kekerasan dalam pertandingan sepak bola.
Menurut dia, kontak fisik seperti tekel atau benturan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari permainan. Namun, tindakan pemukulan maupun pengeroyokan berbeda karena tidak berkaitan dengan permainan sepak bola yang menjunjung sportivitas.
“Kontak fisik karena bermain bola itu biasa. Tapi kontak fisik karena memukul atau mengeroyok, itu bukan bagian dari permainan,” tegasnya.
Hamzah menyebut PSSI Gorut Jauh sebelumnya juga telah memberikan sanksi kepada pemain yang melanggar aturan, termasuk terkait tindakan terhadap perangkat pertandingan.
Ia mengatakan, sanksi tersebut dapat berupa larangan bermain selama beberapa bulan, tergantung hasil pemeriksaan dan ketentuan yang berlaku.
Sanksi Bisa Berdampak di Luar Gorontalo Utara
PSSI Gorut juga telah berkoordinasi dengan PSSI Provinsi Gorontalo terkait insiden tersebut.
Hamzah mengungkapkan, terdapat informasi mengenai pemain yang diduga berkaitan dengan insiden tersebut dan saat ini bermain di kabupaten lain.
Jika nantinya terbukti terlibat dan mendapat sanksi dari PSSI Gorut, pihaknya akan berkoordinasi agar sanksi tersebut juga menjadi perhatian dalam kompetisi sepak bola di wilayah lain di Provinsi Gorontalo.
“Ketika keluar dari Gorut sanksi, kita akan minta juga agar di permainan di luar Gorut diberikan sanksi tidak bisa bermain,” ujarnya.
Namun, Hamzah menegaskan keputusan tersebut tetap menunggu proses pemeriksaan dan hasil rapat Komisi Disiplin PSSI Gorut.
PSSI Segera Panggil Pihak Terkait
PSSI Gorut akan menjadwalkan pemanggilan terhadap pihak-pihak yang dianggap berkaitan dengan insiden pertandingan Tolinggula versus Tomilito.
Hamzah menyebut PSSI memiliki Komisi Disiplin yang akan menangani proses tersebut. Selain keterangan pihak terkait, PSSI juga akan mempertimbangkan bukti lain, termasuk rekaman video yang beredar.
“Pemanggilan tetap harus kita laksanakan. Tidak mungkin tidak,” katanya.
Hamzah memastikan PSSI Gorut akan mengambil tindakan sesuai aturan apabila dalam proses pemeriksaan ditemukan pelanggaran.
Ia juga meminta agar insiden tersebut tidak menjadi preseden untuk menormalisasi kekerasan dalam pertandingan sepak bola.
PSSI Gorut, kata Hamzah, tetap mengedepankan prinsip sportivitas dan fair play dalam setiap kompetisi yang berlangsung di wilayah tersebut.
Hasil rapat dan pemeriksaan selanjutnya akan menjadi dasar PSSI Gorut dalam menentukan sanksi terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran. (AP/SuluhBangsa)
Simak breaking news dan berita pilihan SuluhBangsa.com langsung di WhatsApp.
Ikuti Saluran WhatsApp





