SuluhBangsa.Com, Gorontalo – Pencak Silat Gorontalo mendapat dorongan baru dari Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, saat menerima jajaran pengurus IPSI Kabupaten Gorontalo di ruang kerjanya, Rabu (10/6/2026).
Sugondo meminta IPSI tidak hanya menggelar pertandingan. Ia ingin setiap event pencak silat membawa nilai sejarah, budaya, dan identitas daerah.
Pertemuan itu membahas agenda organisasi IPSI, termasuk rencana kegiatan pencak silat yang akan berlangsung dalam waktu mendatang. Pemerintah daerah melihat pencak silat sebagai ruang yang lebih luas dari arena tanding.
Pencak Silat Gorontalo Perlu Keluar dari Sekadar Kompetisi
Sugondo menilai pencak silat memiliki peluang besar untuk memperkuat identitas budaya Gorontalo. Ia meminta pengurus IPSI menghadirkan konsep kegiatan yang lebih segar dan tidak berhenti pada format kompetisi biasa.
“Pencak silat tidak hanya soal pertandingan. Di dalamnya ada nilai perjuangan, filosofi, dan budaya yang harus terus dijaga serta diperkenalkan kepada masyarakat,” ujar Sugondo.
Pernyataan itu menegaskan arah baru pengembangan pencak silat di Kabupaten Gorontalo. Olahraga bela diri tidak hanya mencetak atlet, tetapi membawa memori sejarah nilai lokal ke hadapan generasi muda.
Sugondo menyoroti pentingnya penggunaan simbol lokal dalam event pencak silat. Ia mencontohkan nama POPA, tokoh dalam sejarah Gorontalo yang dikenal sebagai raja sekaligus pendekar.
Nama Tokoh Lokal Bisa Perkuat Identitas Event
Penggunaan nama tokoh lokal dalam kegiatan pencak silat dapat memperkenalkan sejarah Gorontalo kepada masyarakat. Cara ini membuat event olahraga tidak terasa kering seperti daftar pertandingan semata.
Ada cerita yang ikut bergerak.
Sugondo melihat pendekatan itu sebagai jalan untuk menghubungkan olahraga, sejarah, dan pendidikan budaya. Anak-anak muda tidak hanya mengenal jurus, tetapi juga mengenal akar yang melahirkan tradisi bela diri tersebut.
IPSI Kabupaten Gorontalo dapat menggabungkan pencak silat dengan unsur seni lokal. Tradisi seperti Longgo dan ragam budaya Gorontalo lain bisa memperkuat tampilan kegiatan lebih hidup.
Pencak Silat Bisa Masuk Agenda Wisata Budaya
Sugondo menilai pencak silat memiliki peluang untuk menjadi atraksi wisata budaya. Ia membandingkan pengembangan seni bela diri di negara lain yang mampu menarik perhatian wisatawan.
“Kalau negara lain mampu menjadikan seni bela diri sebagai bagian dari daya tarik wisata, maka pencak silat juga memiliki potensi yang sama. Ini bisa menjadi media untuk memperkenalkan budaya Gorontalo kepada masyarakat yang lebih luas,” katanya.
Di ruang kerja Sekda, pembahasan itu memberi sinyal bahwa pencak silat tidak lagi cukup berjalan sebagai agenda internal organisasi. Pemerintah daerah ingin IPSI bergerak lebih kreatif, lebih terbuka, dan lebih dekat dengan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo berharap IPSI mampu merancang kegiatan yang melahirkan atlet berprestasi sekaligus menjaga warisan budaya. Agenda pencak silat berikutnya kini menunggu konsep baru yang dapat mengangkat wajah Gorontalo di panggung olahraga dan pariwisata.
Editor: Arga
Simak breaking news dan berita pilihan SuluhBangsa.com langsung di WhatsApp.
Ikuti Saluran WhatsApp


