SuluhBangsa.com, Gorontalo – Kesepakatan awal antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik bersenjata langsung mengguncang pasar energi global. Harga minyak dunia lebih turun dari 4 persen setelah kedua negara mengumumkan kerangka perdamaian.
Presiden AS, Donald Trump , menyatakan Washington dan Teheran telah mencapai kesepakatan awal. Kesepakatan itu mencakup larangan perang, pembukaan kembali Selat Hormuz, dan pengakhiran blokade terhadap Iran.
“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah rampung,” tulis Trump di Truth Social pada Minggu (14/6).
Pasar Energi Langsung Bereaksi
Kabar tersebut segera memicu respons positif di pasar global. Pelaku pasar menilai pasokan energi dunia akan kembali stabil.
Harga minyak Brent turun sekitar 4 persen pada awal perdagangan. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) merosot lebih dari 4,6 persen.
Bursa saham Asia juga menguat. Investor menyambut baik peluang berakhirnya gangguan pasokan energi di wilayah Timur Tengah.
Selat Hormuz Segera Dibuka
Trump menyatakan Selat Hormuz akan kembali beroperasi pada 19 Juni. Jalur pelayaran itu selama berbulan-bulan menjadi pusat ketegangan akibat konflik antara AS dan Iran.
Selat Hormuz memiliki peran penting bagi perdagangan minyak dan gas dunia. Pembukaan kembali jalur tersebut berpotensi memperluas distribusi energi internasional.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif , yang bertindak sebagai mediator, lebih dulu mengumumkan tercapainya kesepakatan tersebut.
Kedua pihak berencana menandatangani nota kesepahaman di Swiss pada 19 Juni.
Program Nuklir Masih Jadi Tantangan
Meski mencapai kesepakatan awal, AS dan Iran belum menyelesaikan persoalan program nuklir Iran.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi , mengatakan kedua negara akan melanjutkan perundingan selama masa gencatan senjata 60 hari.
Agenda utama perundingan mencakup sanksi ekonomi dan masa depan program nuklir Iran.
Mantan juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Matthew Miller , menilai kesepakatan ini memberi ruang bagi pemulihan ekonomi global. Namun, ia mengingatkan bahwa negosiasi soal nuklir masih menyimpan tantangan besar.
Negara Eropa Sambut Positif
Inggris, Jerman, Prancis, dan Italia menyambut baik perkembangan tersebut. Keempat negara itu membuka peluang pelonggaran sanksi jika Iran mengambil langkah konkret untuk membatasi program nuklirnya.
Mereka juga mendukung pemulihan kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Langkah itu dinilai penting untuk menjaga stabilitas perdagangan internasional.
Simak breaking news dan berita pilihan SuluhBangsa.com langsung di WhatsApp.
Ikuti Saluran WhatsApp




