SuluhBangsa.com, – Pemerintah Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, terus mendorong percepatan pembangunan dan pelayanan masyarakat melalui sejumlah program.
Fokus tersebut mencakup Dana Pengembangan Kelurahan (DPK), penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pengelolaan sampah hingga pencegahan penyalahgunaan narkotika.
Pemerintah Kota Gorontalo mengalokasikan DPK sebesar Rp200 juta untuk setiap kelurahan.
Seluruh Kelurahan Jalankan Tahap Pertama DPK
Camat Kota Barat, Jack Gustamar Helingo, S.STP., M.AP., mengatakan seluruh kelurahan di wilayahnya telah menjalankan program DPK tahap pertama.
Sementara tiga kelurahan, yakni Buladu, Tenilo, dan Buliide, sudah memasuki pengerjaan tahap kedua.
“Pencairan DPK dibagi menjadi beberapa tahap, yakni tahap satu sebesar Rp50 juta, tahap dua Rp90 juta, dan sisa tahap tiga sebesar Rp60 juta,” kata Jack. Rabu (23/9)
Empat kelurahan lainnya masih menunggu pencairan DPK tahap kedua dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).
Proses pencairan tersebut menunggu penyelesaian pengajuan administrasi melalui Badan Keuangan.
Petunjuk teknis DPK mengarahkan penggunaan dana untuk program pemberdayaan masyarakat. Salah satunya berupa pembersihan saluran drainase dan pembangunan taman bacaan.
Kelurahan yang telah memiliki taman bacaan dapat mengalihkan alokasi anggaran untuk pembangunan jalan paving block di lingkungan sekitar.
PBB Kota Barat Capai 90,15 Persen
Selain DPK, Kecamatan Kota Barat mencatat capaian tinggi dalam realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Realisasi pokok PBB di Kecamatan Kota Barat mencapai 90,15 persen. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi di antara kecamatan di Kota Gorontalo.
Jika digabung dengan penerimaan denda pajak, realisasi PBB mencapai 93,7 persen.
Bahkan, terdapat kelurahan yang mencatat realisasi hingga 105 persen.
Pemerintah kecamatan juga mendapat instruksi untuk mendata warga lanjut usia terlantar dan rumah tidak layak huni di setiap kelurahan.
Pendataan tersebut menjadi bagian dari respons pemerintah terhadap persoalan sosial, termasuk kasus penelantaran lansia yang sempat mendapat perhatian publik.
Kota Barat Produksi 6 Ton Sampah per Hari
Persoalan sampah juga menjadi perhatian Kecamatan Kota Barat.
Pemerintah menyediakan tujuh unit gerobak motor atau getor untuk melayani tujuh kelurahan di wilayah tersebut.
Armada itu mengangkut sampah dari lorong-lorong sempit yang tidak dapat dijangkau mobil dump truck Dinas Lingkungan Hidup.
Kecamatan Kota Barat tercatat sebagai salah satu wilayah dengan produksi sampah tinggi. Volume sampah mencapai sekitar 5 hingga 6 ton setiap hari sebelum dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Kehadiran armada getor membantu memperluas jangkauan pelayanan persampahan.
Jack mengatakan aduan masyarakat terkait tumpukan sampah yang tidak terlayani kini sangat minim.
Ia juga mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran membayar retribusi persampahan.
Menurutnya, pemerintah kembali menggunakan dana retribusi untuk mendukung berbagai program pembangunan dan pelayanan di Kota Gorontalo.
Dua Kelurahan Jalankan Program Pencegahan Narkoba
Di bidang pencegahan narkotika, dua kelurahan di Kecamatan Kota Barat mendapat program khusus dari Badan Narkotika Nasional (BNN).
Kelurahan Molosipat W ditunjuk BNN Provinsi Gorontalo sebagai percontohan Kampung Bersinar atau Bersih Narkoba.
Sementara Kelurahan Buliide mendapat program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) dari BNN Kota Gorontalo.
Program IBM di Buliide berfokus pada pendampingan anak di bawah umur yang menjadi pengguna lem.
Program tersebut membawa perubahan pada tingkat kerawanan narkotika di wilayah Buliide. Status kerawanan kelurahan itu turun dari kategori “bahaya” menjadi “waspada”.
Kelurahan Buliide juga membentuk Agen Pemulihan (AP). Unsur tersebut melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, aparat setempat, dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM).
Agen Pemulihan menjalankan pendampingan secara berkelanjutan. Mereka juga melakukan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan narkotika.
Program IBM merupakan strategi nasional BNN Pusat. Kelurahan Buliide menjadi salah satu dari 25 kelurahan di Indonesia yang mendapat pendampingan dalam program tersebut.
Pemerintah Kecamatan Kota Barat berharap berbagai program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat di setiap kelurahan.
Simak breaking news dan berita pilihan SuluhBangsa.com langsung di WhatsApp.
Ikuti Saluran WhatsApp





