Media Partner

Pasang Iklan

di SuluhBangsa.com
Promosi lebih elegan
Jangkauan Luas Pembaca aktif
Promosi Efektif Brand makin terlihat
Tampil Profesional Cocok untuk usaha
Rp
Harga Fleksibel Bisa diskusikan
Media Partner

Pasang Iklan

di SuluhBangsa.com
Promosi lebih elegan
Jangkauan Luas Pembaca aktif
Promosi Efektif Brand makin terlihat
Tampil Profesional Cocok untuk usaha
Rp
Harga Fleksibel Bisa diskusikan
Media Partner • Promosi • Branding

Pasang Iklan di SuluhBangsa.com

Promosikan usaha, event, produk, dan lembaga Anda secara elegan.

Tambang Hulawa Kembali Makan Korban, Aktivis Minta APH Usut Seluruh Rantai Aktivitasnya

Gambar Buatan Al
banner 120x600
banner 468x60

SuluhBangsa.com, Gorontalo Utara –Insiden yang menewaskan seorang penambang di kawasan pertambangan Hulawa, Kecamatan Sumalata Timur, kembali mendorong masyarakat mendesak aparat penegak hukum (APH) mengusut aktivitas pertambangan yang diduga ilegal di wilayah tersebut.

Aktivis Gorontalo, David, menilai insiden yang kembali merenggut nyawa itu bukan sekadar kecelakaan biasa.

banner 325x300

Ia meminta APH menjadikan peristiwa itu sebagai pintu masuk untuk menyelidiki seluruh aktivitas pertambangan di kawasan tersebut.

APH juga perlu menelusuri pihak-pihak yang diduga menguasai dan mengelola lokasi tambang.

“Kalau kejadian seperti ini terus berulang, tentu kita mempertanyakan sejauh mana peran APH. Jangan sampai setelah ada korban baru dilakukan penanganan, kemudian persoalan kembali terjadi,” kata David.

David menilai APH tidak boleh hanya menangani kasus kematian penambang.

Ia meminta aparat menelusuri legalitas aktivitas pertambangan, sistem pengelolaan, serta pihak-pihak yang diduga memperoleh manfaat dari kegiatan tersebut.

David juga menyoroti dugaan penggunaan fasilitas yang bersumber dari anggaran negara untuk mendukung aktivitas pertambangan.

Salah satu yang menjadi perhatiannya ialah dugaan masuknya jaringan listrik hingga ke lokasi tambang.

Menurut David, jika negara benar-benar membiayai fasilitas tersebut, APH harus mengusut proses penganggaran, pembangunan, dan pemanfaatannya secara terbuka.

“Kalau benar ada uang negara yang digunakan untuk memasukkan fasilitas listrik ke lokasi tambang yang diduga ilegal, maka harus dipertanyakan prosesnya. Untuk apa fasilitas itu dibangun dan siapa yang menikmati manfaatnya?” ujarnya.

David juga meminta APH memeriksa dugaan keterkaitan sejumlah pihak dalam pengelolaan tambang.

Ia menyinggung informasi yang beredar mengenai dugaan hubungan Kepala Desa Hulawa beserta keluarganya dengan aktivitas tersebut.

Namun, David menegaskan APH harus membuktikan seluruh dugaan itu melalui penyelidikan yang objektif dan berdasarkan alat bukti.

“Kalau ada dugaan keterkaitan kepala desa atau pihak keluarganya dengan pengelolaan tambang, itu harus dibuktikan. APH harus memeriksa secara objektif, termasuk bagaimana fasilitas listrik bisa masuk ke lokasi tambang dan dari mana sumber pembiayaannya,” katanya.

David menambahkan, apabila penyelidikan menemukan dugaan aliran dana yang berkaitan dengan aktivitas tersebut, aparat dapat mengembangkan kasus itu sesuai ketentuan hukum.

Ia berharap insiden yang merenggut nyawa penambang di Hulawa menjadi momentum bagi APH untuk mengusut persoalan secara menyeluruh.

Menurutnya, penyelidikan harus mencakup legalitas tambang, aspek keselamatan kerja, dugaan penggunaan fasilitas negara, hingga pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas tersebut.

“Jangan menunggu korban berikutnya. APH harus hadir dan mengusut persoalan ini secara tuntas, mulai dari legalitas tambang, keselamatan kerja, dugaan penggunaan uang negara, hingga pihak-pihak yang terlibat jika memang ditemukan unsur pidana,” pungkas David.

Hingga berita ini diterbitkan, aparat penegak hukum, Pemerintah Desa Hulawa, maupun pihak-pihak yang disebut dalam pernyataan David belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pengelolaan tambang dan penggunaan fasilitas listrik di lokasi tersebut.

Simak breaking news dan berita pilihan SuluhBangsa.com langsung di WhatsApp.

Ikuti Saluran WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *