Media Partner

Pasang Iklan

di SuluhBangsa.com
Promosi lebih elegan
Jangkauan Luas Pembaca aktif
Promosi Efektif Brand makin terlihat
Tampil Profesional Cocok untuk usaha
Rp
Harga Fleksibel Bisa diskusikan
Media Partner

Pasang Iklan

di SuluhBangsa.com
Promosi lebih elegan
Jangkauan Luas Pembaca aktif
Promosi Efektif Brand makin terlihat
Tampil Profesional Cocok untuk usaha
Rp
Harga Fleksibel Bisa diskusikan
Media Partner • Promosi • Branding

Pasang Iklan di SuluhBangsa.com

Promosikan usaha, event, produk, dan lembaga Anda secara elegan.

Eks PENAS Jadi Agrowisata Gorontalo

banner 120x600
banner 468x60

SuluhBangsa.com, Gorontalo – Pemerintah Provinsi Gorontalo mulai menyiapkan pemanfaatan kawasan eks Gelar Teknologi Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII sebagai pusat edukasi pertanian dan perikanan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga manfaat jangka panjang setelah agenda nasional tersebut berakhir.

Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, meninjau langsung lokasi di Desa Kayubulan, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Jumat (26/6). Dalam kunjungan itu, ia berdialog dengan pemilik lahan, Lian A.W. Hapulu, mengenai rencana pengembangan kawasan.

banner 325x300

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura, Mario Mulyadi, turut mendampingi peninjauan tersebut. Selain itu, perwakilan Kementerian Pertanian juga hadir untuk melihat potensi pengembangan kawasan pasca-PENAS.

Pemerintah menargetkan lahan seluas 1,8 hektare itu menjadi kawasan agrowisata permanen. Nantinya, kawasan tersebut memadukan pertanian modern, perikanan darat, wisata edukasi, dan ruang rekreasi keluarga.

Menurut Idah Syahidah, pemerintah ingin memastikan seluruh fasilitas yang dibangun selama PENAS XVII tetap memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, kawasan tersebut tidak akan dibiarkan terbengkalai setelah kegiatan nasional selesai.

“Kami ingin memastikan lokasi ini tetap memberikan manfaat setelah PENAS selesai. Agrowisata ini diharapkan menjadi ikon baru Gorontalo sekaligus pusat edukasi pertanian dan perikanan. Pemerintah provinsi akan terus berkolaborasi agar kawasan ini terpelihara dan berkembang,” ujar Idah.

Keberadaan kawasan ini juga membuka peluang bagi pelajar, mahasiswa, petani, dan kelompok tani untuk belajar langsung tentang teknologi budidaya modern. Dengan demikian, lokasi eks Gelar Teknologi dapat berfungsi sebagai laboratorium lapangan yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pertanian.

Di sisi lain, Lian A.W. Hapulu menyambut baik rencana tersebut. Ia mendukung kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat agar kawasan itu terus berkembang serta memberi manfaat ekonomi bagi warga sekitar.

Selanjutnya, Pemerintah Provinsi Gorontalo akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Gorontalo untuk menyiapkan regulasi pendukung. Langkah itu diharapkan memperkuat pengelolaan kawasan sehingga manfaat warisan PENAS XVII dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Simak breaking news dan berita pilihan SuluhBangsa.com langsung di WhatsApp.

Ikuti Saluran WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *