Media Partner

Pasang Iklan

di SuluhBangsa.com
Promosi lebih elegan
Jangkauan Luas Pembaca aktif
Promosi Efektif Brand makin terlihat
Tampil Profesional Cocok untuk usaha
Rp
Harga Fleksibel Bisa diskusikan
Media Partner

Pasang Iklan

di SuluhBangsa.com
Promosi lebih elegan
Jangkauan Luas Pembaca aktif
Promosi Efektif Brand makin terlihat
Tampil Profesional Cocok untuk usaha
Rp
Harga Fleksibel Bisa diskusikan
Media Partner • Promosi • Branding

Pasang Iklan di SuluhBangsa.com

Promosikan usaha, event, produk, dan lembaga Anda secara elegan.

DPR Kecewa Pertamax Naik Mendadak

banner 120x600
banner 468x60

SuluhBangsa.com, Gorontalo – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, mendesak pemerintah dan PT Pertamina (Persero) menjelaskan secara terbuka alasan kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax.

Mufti menilai pemerintah kurang maksimal dalam menyampaikan informasi kepada publik sebelum kebijakan tersebut berlaku. Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui dasar pertimbangan yang digunakan dalam penyesuaian harga BBM.

banner 325x300

“Kami tentu kecewa dengan kenaikan harga BBM yang kembali terjadi di tengah daya beli masyarakat yang masih tertekan,” kata Mufti, Rabu (10/6/2026).

DPR Soroti Kurangnya Komunikasi

Mufti mengungkapkan Komisi VI DPR tidak menerima informasi maupun pembahasan sebelum pemerintah menerapkan kebijakan tersebut.

Ia menegaskan bahwa persoalan utama tidak hanya terletak pada kenaikan harga. Cara pemerintah menyampaikan kebijakan juga menjadi perhatian DPR.

Menurut Mufti, pemerintah perlu membuka ruang komunikasi yang lebih baik. Langkah itu penting agar masyarakat memahami alasan di balik setiap kebijakan energi.

“Kenaikan harga yang cukup besar ini muncul secara mendadak. Masyarakat membutuhkan penjelasan yang utuh,” ujarnya.

Dampak Kenaikan BBM ke Berbagai Sektor

Mufti menjelaskan bahwa BBM bukan sekadar komoditas. Harga BBM memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat setiap hari.

Kenaikan harga Pertamax berpotensi meningkatkan biaya transportasi. Selain itu, biaya distribusi barang dan biaya usaha juga dapat ikut naik.

Kondisi tersebut dapat mendorong kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok di pasaran.

Karena itu, Mufti meminta pemerintah mengambil langkah antisipasi untuk mengurangi dampak yang mungkin dirasakan masyarakat.

Pertamina Jelaskan Dasar Penyesuaian Harga

Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga menyatakan bahwa perusahaan telah melakukan evaluasi sebelum menyesuaikan harga BBM nonsubsidi.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan perusahaan mengacu pada formula harga yang ditetapkan pemerintah. Evaluasi tersebut juga mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia dan harga pasar.

Menurut Roberth, Pertamina telah berkoordinasi dengan pemerintah sebelum menetapkan harga baru Pertamax dan Pertamax Green 95.

Mulai 10 Juni 2026, harga Pertamax di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter.

Pada periode yang sama, harga Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.

Meski demikian, Pertamina tetap mempertahankan harga Pertamax Turbo dan seluruh jenis BBM bersubsidi. (AP/SB)

Simak breaking news dan berita pilihan SuluhBangsa.com langsung di WhatsApp.

Ikuti Saluran WhatsApp
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *