Media Partner

Pasang Iklan

di SuluhBangsa.com
Promosi lebih elegan
Jangkauan Luas Pembaca aktif
Promosi Efektif Brand makin terlihat
Tampil Profesional Cocok untuk usaha
Rp
Harga Fleksibel Bisa diskusikan
Media Partner

Pasang Iklan

di SuluhBangsa.com
Promosi lebih elegan
Jangkauan Luas Pembaca aktif
Promosi Efektif Brand makin terlihat
Tampil Profesional Cocok untuk usaha
Rp
Harga Fleksibel Bisa diskusikan
Media Partner • Promosi • Branding

Pasang Iklan di SuluhBangsa.com

Promosikan usaha, event, produk, dan lembaga Anda secara elegan.

Ketegangan Hormuz Memanas, Drone Laut AS Turun Tangan Selamatkan Pilot Apache

Patroli Helikopter Apache milik AS mengudara di atas Selat Hormuz pada 17 April lalu
banner 120x600
banner 468x60

SuluhBangsa.com, Gorontalo – Angkatan Laut Amerika Serikat mencatat sejarah baru dalam operasi militer modern. Untuk pertama kalinya, militer AS menggunakan drone laut berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk menyelamatkan personel yang mengalami kecelakaan di laut.

Insiden itu terjadi setelah dua pilot helikopter Apache AH-64 milik AS mengalami kecelakaan di perairan dekat pantai Oman, tidak jauh dari Selat Hormuz, Senin (8/6/2026) malam waktu setempat.

banner 325x300

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan kedua pilot berhasil selamat dan kembali dievakuasi sekitar dua jam setelah insiden terjadi.

Dalam operasi tersebut, militer AS mengerahkan kapal permukaan tanpa awak atau Unmanned Surface Vessel (USV) jenis Corsair. Drone laut itu dioperasikan oleh Satuan Tugas 59 Armada Kelima AS.

Juru Bicara CENTCOM, Kapten Tim Hawkins, mengatakan Corsair menjadi pilihan utama karena berada paling dekat dengan lokasi kejadian. Sistem tanpa awak itu juga mampu bergerak cepat untuk menjangkau korban.

Setelah tiba di lokasi, Corsair membantu proses penyelamatan dan membawa kedua pilot ke titik aman di laut. Tim penyelamat kemudian mengevakuasi mereka menggunakan helikopter menuju fasilitas militer untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Keberhasilan misi tersebut menjadi perhatian banyak pihak. Operasi itu menandai penggunaan nyata teknologi tanpa awak dan kecerdasan buatan dalam penyelamatan personel militer di kawasan yang memiliki tingkat risiko tinggi.

Satuan Tugas 59 sendiri merupakan unit khusus Armada Kelima AS yang fokus mengintegrasikan teknologi drone dan AI ke dalam operasi maritim. Unit tersebut mulai mengerahkan berbagai sistem tanpa awak di Timur Tengah sejak akhir Maret 2026.

Kecelakaan helikopter Apache itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Selat Hormuz.

Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya menyatakan Iran menembak jatuh helikopter militer AS saat menjalankan patroli rutin. Menurut Trump, kedua pilot berada dalam kondisi baik dan tidak mengalami luka.

Trump juga menegaskan bahwa Washington akan memberikan respons atas serangan terhadap aset militernya.

Hingga kini, militer AS masih menyelidiki penyebab pasti jatuhnya helikopter tersebut. Meski demikian, keberhasilan operasi menggunakan drone laut Corsair menunjukkan semakin besarnya peran teknologi otonom dalam operasi militer modern. (Adrian/SB)

Simak breaking news dan berita pilihan SuluhBangsa.com langsung di WhatsApp.

Ikuti Saluran WhatsApp
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *