Media Partner

Pasang Iklan

di SuluhBangsa.com
Promosi lebih elegan
✓
Jangkauan Luas Pembaca aktif
↗
Promosi Efektif Brand makin terlihat
★
Tampil Profesional Cocok untuk usaha
Rp
Harga Fleksibel Bisa diskusikan
Media Partner

Pasang Iklan

di SuluhBangsa.com
Promosi lebih elegan
✓
Jangkauan Luas Pembaca aktif
↗
Promosi Efektif Brand makin terlihat
★
Tampil Profesional Cocok untuk usaha
Rp
Harga Fleksibel Bisa diskusikan
Media Partner • Promosi • Branding

Pasang Iklan di SuluhBangsa.com

Promosikan usaha, event, produk, dan lembaga Anda secara elegan.

Petani Masih Kupas Manual, Bupati Thariq Akan Siapkan Mesin Baja untuk Kopi Liberika

Bupati Gorontalo Utara Saat melihat Petani masi menggunakan penumbuk kopi secara manual.(dok.Larso)

SuluhBangsa.com, – Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara mulai mendorong pengembangan kopi Liberika sebagai salah satu komoditas pertanian potensial daerah.

Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu menaruh perhatian pada pengembangan kopi Liberika yang tumbuh secara organik sejak 2003. Ia melihat potensi komoditas tersebut saat meninjau langsung perkebunan milik Syahril di Gorontalo Utara.

Thariq menilai pengembangan kopi Liberika tidak cukup hanya dengan menjaga kualitas tanaman. Pemerintah juga perlu memperkuat proses pascapanen agar petani dapat meningkatkan kapasitas produksi.

Dalam kunjungan itu, Thariq menemukan kendala pada tahap pengupasan kopi basah. Petani masih menggunakan lesung dan penumbuk kopi secara manual untuk memisahkan kulit buah.

Kondisi tersebut membuat proses pengolahan membutuhkan waktu dan tenaga lebih besar. Karena itu, Thariq meminta organisasi perangkat daerah terkait mencari mesin penggiling yang dapat membantu petani mempercepat proses pascapanen.

“Nanti cari informasi, kita adakan gilingan kopi untuk mengupas kopi basah,” kata Thariq saat memberikan arahan kepada dinas terkait. Sabtu, (3/10/26)

Selain mendorong penggunaan teknologi, pemerintah daerah juga melihat kebun tersebut sebagai sumber pengembangan bibit kopi Liberika. Sahril memberikan izin kepada pemerintah untuk mengambil bibit dari pohon induk yang tumbuh di kebunnya.

Thariq kemudian memastikan pemerintah akan memberikan dukungan fasilitas sebagai bagian dari kerja sama tersebut. Ia menyebut mesin pengupas kopi menjadi bentuk dukungan pemerintah kepada petani yang telah membantu pengembangan komoditas Liberika.

“Karena Bapak sudah izinkan kami untuk mengambil bibitnya, berarti tugas saya kasih Bapak mesinnya untuk mengupas,” ujar Thariq.

Kopi Liberika tersebut sebelumnya juga mendapat pelatihan dan bantuan alat fermentasi dari Bank Indonesia. Dukungan itu menjadi modal awal untuk meningkatkan kualitas pengolahan kopi lokal.

Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara kini berupaya menghubungkan pengembangan bibit, teknologi pascapanen, dan peningkatan produksi agar kopi Liberika memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi petani. [AP]

... Dilihat

Simak breaking news dan berita pilihan SuluhBangsa.com langsung di WhatsApp.

Ikuti Saluran WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *