SuluhBangsa.com, – Pemerintah Kelurahan Limba U2, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, terus menangani persoalan drainase dan sampah di kawasan permukiman.
Program tersebut menyasar perbaikan saluran air, pembersihan drainase hingga pengangkutan sampah dari lorong-lorong yang sulit dijangkau armada Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
70 Persen Dana Kelurahan untuk Drainase
Lurah Limba U2, Rolin Kamali, S.STP., M.AP. mengatakan penanganan drainase menjadi salah satu prioritas pemerintah kelurahan.
Menurut Rolin, perbaikan saluran bertujuan mengurangi genangan dan risiko banjir yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
Pemerintah kelurahan memanfaatkan Dana Pengembangan Kelurahan untuk membangun, memperbaiki dan membersihkan saluran drainase.
Pada tahun sebelumnya, sekitar Rp60 juta digunakan untuk menangani drainase sepanjang kurang lebih 2.500 meter yang tersebar di 12 titik.
Sementara pada 2026, pemerintah kelurahan mengalokasikan sekitar 70 persen dana kelurahan untuk menangani drainase di 11 titik.
Pelaksanaan pekerjaan berlangsung dalam tiga tahap. Tahap pertama telah selesai, baik secara fisik maupun administrasi keuangan.
“Untuk tahun ini, sekitar 70 persen dana kelurahan dialokasikan untuk penanganan drainase di 11 titik. Pelaksanaan dibagi dalam tiga tahap dan tahap pertama telah selesai secara fisik maupun keuangan,” kata Rolin saat diwawancarai Rabu (23/9)
Saluran Ditutup Warga
Rolin mengakui penanganan drainase masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan.
Salah satunya saluran yang ditutup atau dicor oleh warga. Kondisi tersebut menyulitkan petugas saat melakukan pembersihan dan dapat menghambat aliran air.
Untuk mengatasi persoalan itu, Kelurahan Limba U2 berkoordinasi dengan Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum Kota Gorontalo.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk menangani saluran di Jalan Pattimura, kawasan eks Pasar Sentral.
Selain membuka kembali saluran, pemerintah juga membuat sembilan lubang kontrol atau mainhole.
Fasilitas itu memudahkan petugas memantau kondisi saluran dan melakukan pembersihan.
Rolin mengingatkan masyarakat agar tidak menutup saluran secara permanen. Ia juga meminta warga tidak membuang sampah ke dalam drainase.
“Penanganan banjir bukan hanya menjadi tugas pemerintah. Masyarakat juga memiliki peran penting dengan menjaga saluran tetap terbuka dan tidak membuang sampah ke dalam drainase,” ujarnya.
Gunakan Getor Angkut Sampah
Selain drainase, Kelurahan Limba U2 juga berupaya memperluas jangkauan pengangkutan sampah.
Pemerintah kelurahan menggunakan kendaraan roda tiga atau getor untuk mengangkut sampah dari kawasan permukiman yang tidak dapat dijangkau armada DLH.
Kendaraan tersebut membantu petugas mengangkut sampah dari lorong-lorong dengan akses terbatas.
Data Lansia dan Pelayanan Warga
Pemerintah Kelurahan Limba U2 juga melakukan pendataan warga lanjut usia.
Data tersebut menjadi dasar kelurahan dalam menghubungkan warga dengan program bantuan dan pelayanan dari perangkat daerah terkait.
Koordinasi dengan Puskesmas Kota Selatan juga terus dilakukan untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Sementara itu, untuk pohon yang berpotensi membahayakan warga, kelurahan berperan sebagai penghubung antara masyarakat dan DLH.
Warga dapat menyampaikan laporan melalui mekanisme pengajuan dan koordinasi resmi agar penanganan dapat dilakukan oleh instansi terkait.
Rolin mengatakan pemerintah kelurahan akan terus memperkuat koordinasi dengan perangkat daerah.
Langkah tersebut dilakukan agar berbagai program pemerintah dapat menjawab kebutuhan masyarakat hingga tingkat lingkungan.
Simak breaking news dan berita pilihan SuluhBangsa.com langsung di WhatsApp.
Ikuti Saluran WhatsApp





