Media Partner

Pasang Iklan

di SuluhBangsa.com
Promosi lebih elegan
✓
Jangkauan Luas Pembaca aktif
↗
Promosi Efektif Brand makin terlihat
★
Tampil Profesional Cocok untuk usaha
Rp
Harga Fleksibel Bisa diskusikan
Media Partner

Pasang Iklan

di SuluhBangsa.com
Promosi lebih elegan
✓
Jangkauan Luas Pembaca aktif
↗
Promosi Efektif Brand makin terlihat
★
Tampil Profesional Cocok untuk usaha
Rp
Harga Fleksibel Bisa diskusikan
Media Partner • Promosi • Branding

Pasang Iklan di SuluhBangsa.com

Promosikan usaha, event, produk, dan lembaga Anda secara elegan.
Berita  

Digerebek Berdua di Rumah, Rini Tegaskan Hubungannya dengan Direktur Sebatas Atasan dan Bawahan

Rini Pembengo saat Konferensi Pers. (Dok.SB)

SuluhBangsa.com, – Rini Pembengo memberikan klarifikasi mengenai keberadaannya di rumah yang disebut sebagai basecamp milik mantan Direktur RSUD dr. Hasri Ainun Habibie, dr. Fitriyanto Rajak, pada malam kedatangan aparat kepolisian.

Klarifikasi tersebut disampaikan Rini pada Kamis (18/9) saat konferensi Pers. Ia menjelaskan kronologi keberadaannya di rumah tersebut hingga aparat datang sekitar pukul 02.00 WITA.

Rini mengaku tiba di lokasi sejak sekitar pukul 14.00 WITA. Menjelang Magrib, ia sempat meninggalkan rumah untuk berbelanja. Setelah itu, Rini kembali ke lokasi sekitar pukul 21.00 WITA.

Menurut Rini, saat itu dirinya tidak pulang ke rumah karena sedang menghadapi persoalan dengan suaminya.

Ia mengaku membawa sejumlah barang pribadi di dalam mobil. Barang tersebut antara lain pakaian, pakaian kerja, jilbab, dan perlengkapan lainnya.

Rini mengatakan dirinya membawa barang-barang tersebut karena khawatir rumahnya akan dibakar.

Dalam kondisi tersebut, Rini mengaku meminta izin kepada Fitriyanto untuk menginap di rumah yang disebut sebagai basecamp tersebut.

“Saya minta izin untuk menginap,” kata Rini dalam keterangannya.

Mengaku Tidur di Kamar Tamu

Setelah mendapat izin, Rini mengaku masuk ke salah satu kamar yang biasa digunakan sebagai kamar tamu.

Menurut dia, kamar tersebut memang kerap digunakan oleh tamu dari luar daerah maupun anggota tim yang berada di lokasi.

Rini juga mengaku tidak mengetahui apakah Fitriyanto saat itu sudah tidur atau belum.

Ia kemudian beristirahat di kamar tersebut.

Sekitar pukul 02.00 WITA, Rini mengaku terbangun setelah mendengar suara ketukan pada jendela dan pintu secara bersamaan.

Saat membuka situasi tersebut, ia mengaku mendapati aparat kepolisian datang ke rumah tersebut bersama suaminya.

Bantah Ada Hubungan Khusus

Dalam pemeriksaan di lokasi, Rini mengaku mendapat pertanyaan mengenai hubungannya dengan Fitriyanto.

Ia membantah memiliki hubungan khusus dengan mantan direktur rumah sakit tersebut.

“Tidak ada, Pak,”ujar Rini.

Rini menjelaskan, hubungannya dengan Fitriyanto hanya sebatas hubungan pekerjaan sebagai atasan dan bawahan serta rekan kerja.

Ia juga mengaku sempat diminta mengakui adanya hubungan khusus dengan Fitriyanto.

Namun, Rini tetap membantah tuduhan tersebut.

Bahkan, ia menyatakan bersedia menjalani pemeriksaan medis untuk membuktikan bantahannya.

“Silakan visum, saya bersedia,” kata Rini.

Klarifikasi atas Dugaan yang Beredar

Keterangan Rini menjadi bagian dari klarifikasi mengenai peristiwa kedatangan aparat kepolisian ke rumah Fitriyanto.

Sebelumnya, keberadaan Rini di rumah tersebut memunculkan dugaan dari pihak suaminya mengenai hubungan keduanya.

Namun, dugaan tersebut hingga kini masih merupakan klaim dari pihak-pihak yang terlibat.

Rini membantah adanya hubungan khusus dengan Fitriyanto. Bantahan serupa juga telah disampaikan Fitriyanto dalam klarifikasinya.

Dengan demikian, kronologi keberadaan Rini di rumah tersebut menjadi bagian dari keterangan masing-masing pihak yang masih perlu dilihat berdasarkan fakta dan proses pemeriksaan yang berlaku.

... Dilihat

Simak breaking news dan berita pilihan SuluhBangsa.com langsung di WhatsApp.

Ikuti Saluran WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *